05 June 2026

Get In Touch

Pelajar SMP di Kota Malang Diduga Bunuh Diri Saat Masa Ujian, Polisi Lakukan Penyelidikan

Polisi melakukan olah TKP seorang pelajar ditemukan meninggal dunia di Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (4/6/2026). (foto: Humas Polresta Malang Kota)
Polisi melakukan olah TKP seorang pelajar ditemukan meninggal dunia di Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (4/6/2026). (foto: Humas Polresta Malang Kota)

MALANG (Lentera) - Seorang pelajar kelas IX SMP berinisial FAH (15) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di wilayah Kecamatan Klojen, Kamis (4/6/2026) dini hari. Korban diduga mengakhiri hidupnya saat masih menjalani masa ujian akhir sekolah. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, HF (44), sekitar pukul 01.20 WIB. Saat itu, sang ayah terbangun dan mendapati putranya tidak berada di kamar tidur.

Merasa khawatir, ia kemudian berupaya mencari keberadaan korban di dalam rumah. Setelah tidak menemukan korban di sejumlah ruangan, perhatian ayah korban tertuju pada kamar mandi yang pintunya dalam keadaan tertutup dari dalam.

Dikatakannya, keluarga sempat mencoba memanggil korban beberapa kali. Namun tidak ada respons dari dalam ruangan tersebut.

"Karena tidak ada jawaban, keluarga kemudian berupaya membuka akses ke dalam kamar mandi dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa," ujar Lukman, Kamis (4/6/2026).

Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi memperoleh informasi korban tengah menjalani masa ujian akhir sekolah dalam sepekan terakhir. Namun sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui tidak mengikuti ujian di sekolah.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat berpamitan untuk berangkat mengikuti ujian pada Rabu (3/6/2026). Akan tetapi, yang bersangkutan ternyata tidak hadir di sekolah dan diketahui berada di rumah neneknya.

Selain itu, polisi juga mendapatkan informasi perangkat laptop yang biasa digunakan korban untuk menunjang kegiatan belajar sedang mengalami kerusakan.

Tak hanya itu, sejumlah warga di lingkungan sekitar turut menyampaikan korban belakangan terlihat lebih pendiam dibanding biasanya dan beberapa kali tampak melamun. "Dari keterangan warga sekitar, korban beberapa kali terlihat melamun," kata Lukman.

Meski demikian, kepolisian menegaskan seluruh informasi tersebut masih sebatas fakta yang ditemukan dalam proses penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab pasti terjadinya peristiwa tersebut.

Di sisi lain, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi maupun visum terhadap jenazah korban.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.