04 February 2026

Get In Touch

Penulis Skenario Film Nominasi Oscar Mehdi Mahmoudian Ditangkap di Teheran

Ilustrasi penangkapan penulis skenario film Mehdi Mahmoudian di Teheran. (foto:ist/Ant)
Ilustrasi penangkapan penulis skenario film Mehdi Mahmoudian di Teheran. (foto:ist/Ant)

TEHERAN (Lentera) - Penulis skenario film "It Was Just an Accident" Mehdi Mahmoudian, termasuk dalam tiga aktivis yang ditangkap oleh pihak keamanan di Teheran, Iran baru-baru ini.

Pihak berwenang Iran yang menangkap belum secara terbuka mengonfirmasi penangkapan tersebut, atau memberikan rincian tentang tuduhan terhadap mereka yang ditahan.

Namun distributor film tersebut di AS, Neon, memberitahukan kabar tersebut benar, dilansir dari The Hollywood Reporter, Senin (2/2/2026) waktu setempat melansir Antara, Selasa (3/2/2026).

Mahmoudian berkontribusi dalam skenario yang ditulis sutradara Jafar Panahi, Nader Saeiver dan Shadhmer Rastin, kemudian memenangi Palme d'Or di Festival Film Cannes 2025.

Saat ini, film itu juga memperoleh dua nominasi Piala Oscar 2026 untuk kategori "best original screenplay" dan "best international feature".

Mahmoudian termasuk dalam 17 tokoh yang menandatangani surat protes terhadap penanganan aksi demonstrasi oleh pemerintah.

Selain Mahmoudian, Panahi, yang saat ini berada di luar Iran untuk mempromosikan filmnya, dan termasuk sutradara nominasi Oscar 2025 "The Seed of the Sacred Fig" yang sekarang menjadi eksil di Jerman, Mohammad Rasoulof. 

Tokoh lain yang ikut menandatangani surat adalah peraih Hadiah Nobel Perdamaian Narges Mohammadi dan Nasrin Sotoudeh, pemenang Hadiah Sakharov untuk Kebebasan Berpikir.

Panahi mengajak Mahmoudian menulis naskah "It Was Just an Accident" saat pria itu dipenjara bersamanya, atas tuduhan “propaganda” melawan pemerintah.

"Kami menghabiskan tujuh bulan di balik jeruji besi bersama. Beberapa bulan setelah pembebasannya, ketika saya sedang mengerjakan skenario untuk 'It Was Just an Accident' saya memintanya untuk membantu memperbaiki dialog," ungkapnya.

Panahi menjelaskan, bahwa Mahmoudian membantu membuat dialog film terasa lebih jujur, karena berpengalaman berurusan dengan sistem peradilan dan kehidupan penjara.

"Saya ingat saat syuting 'It Was Just an Accident', kami memfilmkan adegan sepanjang 13 menit mengikat interogator ke pohon suatu malam, dari senja hingga fajar, tetapi ternyata hasilnya tidak oke," kata Panahi.

Ia melanjutkan, "Malam berikutnya, saya membawa Mehdi (Mahmoudian) ke lokasi syuting untuk membantu. Saya mengandalkan pemahamannya tentang interogator dan detail halus yang perlu kami perbaiki."

"Malam itu, dengan bantuan Mehdi, kami akhirnya berhasil mengambil gambar tersebut," ujar sang sutradara.

Panahi mengaku, kehilangan kontak dengan Mahmoudian sejak terakhir kali mereka berbicara via telepon dan bertukar pesan sekitar 48 jam sebelum berita penangkapan muncul.

Ia sempat mengirim pesan terakhir pada pukul empat dini hari waktu setempat, namun tidak ada jawaban.

"Beberapa jam kemudian, BBC di Iran secara resmi mengumumkan bahwa Mehdi Mahmoudian, bersama dengan Abdollah Momeni, dan Vida Rabbani, telah ditangkap," tutur Panahi.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.