MALANG (Lentera) - Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, memasuki hari kesepuluh penanganan, Jumat (30/10/2026).
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Dharmawan, menyebut hingga saat ini petugas masih berfokus pada pembasahan titik panas atau hotspot yang masih mendominasi di sejumlah area.
"Titik panas atau hotspot masih mendominasi di beberapa area. Ini karena hotspot atau titik panas berada di bawah atau pada kedalaman permukaan tanah atau gunungan sampah," ujarnya, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Jumat (30/10/2026).
Untuk mengatasi kondisi tersebut, menurut Pandu, petugas menerapkan teknik injeksi dengan menyuntikkan air bertekanan tinggi ke bagian dalam timbunan sampah. Selain itu, gunungan sampah juga harus diurai agar air yang disemprotkan dapat menjangkau sumber panas yang berada di kedalaman tertentu.
Disebutkannya, metode tersebut membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar dibandingkan penanganan kebakaran pada umumnya. Sebab, petugas tidak hanya melakukan penyemprotan, tetapi juga harus mengurai timbunan sampah dan memastikan air benar-benar mencapai titik panas di bawah permukaan.
"Personel harus mengurai, kemudian harus menembak, dan juga harus memastikan air yang ditembakkan betul-betul menjangkau ke titik sasaran di bawah permukaan tanah," kata Pandu.
Lebih lanjut, pada hari kesepuluh penanganan, fokus penyemprotan diarahkan dari zona old landfill sisi barat menuju timur dengan menyesuaikan arah hembusan angin.
Pandu menjelaskan, berdasarkan pemantauan di Jumat siang, angin bertiup dari selatan ke utara. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan petugas dalam mengatur pergerakan personel selama operasi pemadaman guna memastikan keselamatan di lapangan.
Ditambahkannya, kemunculan titik api pada siang hari ini relatif minim. Titik-titik api kecil justru lebih sering terlihat setelah pukul 15.00 WIB hingga malam hari, seiring semakin kencangnya hembusan angin yang memicu munculnya api dari bagian dalam timbunan sampah.
Pandu menyebutkan, operasi pemadaman kali ini dilakukan oleh 35 personel gabungan. Terdiri dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang, BPBD Kota Malang, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)
