27 September 2026

Get In Touch

Karhutla Masih Menjadi Tantangan, Data Terkini Terjadi 653 Kejadian Karhutla di Palangka Raya

Karhutla di Kota Palangka Raya tercatat 653 kejadian.
Karhutla di Kota Palangka Raya tercatat 653 kejadian.

PALANGKA RAYA (Lentera) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya telah merilis data terkini terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejak penetapan status Siaga Darurat pada 1 Juni hingga 25 September 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, melaporkan berdasarkan catatan telah terjadi sebanyak 653 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.297,90 hektar, yang tersebar di lima kecamatan.

"Data ini disampaikan guna memberikan gambaran nyata dampak karhutla di wilayah Kota Palangka Raya," papar Heri, Sabtu (26/9/2026).

Dari angka tersebut, ia melanjutkan, untuk menyadarkan tentang besarnya tantangan yang harus kita hadapi bersama. Karena itu upaya pencegahan dan penindakan harus diperkuat agar angka ini tidak terus bertambah.

Rincian angka tersebut sebagai berikut, Kecamatan Jekan Raya mencatat kejadian terbanyak yakni 416 titik, diikuti Kecamatan Sebangau 132 kejadian, Pahandut 54 kejadian, Bukit Batu 47 kejadian, dan Rakumpit 4 kejadian.

"Dari data ini, menjelaskan jika persebaran risiko kebakaran tidak hanya di satu kawasan saja, melainkan merata di seluruh wilayah kota," ungkapnya.

Ia menjelaskan jika tingginya angka kejadian karhutla dipengaruhi oleh kombinasi antara faktor cuaca yang kering serta aktivitas pembukaan lahan yang tidak sesuai aturan.

Kondisi lahan yang kering sehingga sangat mudah terbakar. Meskipun percikan api kecil dapat membesar dengan cepat, apalagi di lahan gambut.

BPBD Palangka Raya membuka layanan darurat melalui Call Center 112 bagi warga yang melihat atau mengetahui titik api di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

"BPBD berupaya melakukan patroli pencegahan, sosialisasi kepada masyarakat, serta memperkuat tim pemadam di lapangan, namun kami tidak bisa bekerja sendirian, dukungan dari semua pihak dan masyarakat akan sangat berarti," tutupnya.(*)

Reporter : Novita
Edit: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.