MALANG (Lentera) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, hingga Jumat (18/9/2026) malam telah mencapai sekitar 1.459 hektare. Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik yang terdeteksi masih terdapat nyala api.
"Berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan pendataan menggunakan sistem pengumpulan koordinat, luasan area yang terbakar mencapai kurang lebih 1.459 hektare," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (19/9/2026).
Ia mengatakan luasan tersebut meliputi sekitar 385 hektare yang dipantau dari Pos Lapang Merkusi dan 1.074 hektare dari Pos Lapang Selorejo.
Menurut Purwoto, sedikitnya 4 lokasi dilaporkan masih terdapat nyala api, yakni Puncak Pitrang pada koordinat -7.976720, 112.478799; Puncak Batu Tulis pada koordinat -7.976424, 112.482502; Gunung Malang Kucur pada koordinat -7.956702, 112.493427; serta area timur Pos 3 jalur Buthak-Panderman pada koordinat -7.936151, 112.479160.
Lebih lanjut, dalam penanganan karhutla tersebut, kata Purwoto, Pos Lapang Merkusi di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, ditetapkan sebagai pusat pelaporan penanganan kebakaran hutan Gunung Kawi.
Pada Jumat, tim pemadaman darat dikerahkan dari sejumlah pos pantau menuju beberapa titik di kawasan Gunung Kawi. Sebanyak 54 personel dari Pos Pantau Keraton bergerak menuju Puncak Pitrang sejak pukul 03.30 WIB dan tiba sekitar pukul 17.00 WIB.
"Kemudian, 43 personel dari Pos Pantau Merkusi bergerak menuju Puncak Batu Tulis pada pukul 07.15 WIB dan tiba sekitar pukul 18.00 WIB," katanya.
Sementara itu, 15 personel dari Pos Pantau Dalisodo menuju Puncak Gunung Malang. Tim tersebut berangkat pukul 07.30 WIB dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB.
Tim gabungan kemudian melanjutkan pemantauan visual di sekitar lokasi kebakaran untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan.
Operasi penanganan juga dilanjutkan dengan pembuatan ilaran atau sekat bakar. Kegiatan tersebut dilakukan di sekitar Pos 3 untuk melanjutkan target pembuatan sekat bakar sebelumnya, sebagai bagian dari upaya penanganan darat.
Selain pemadaman dari darat, upaya penanganan juga dilakukan melalui pemadaman udara atau water bombing oleh BPBD Provinsi Jawa Timur. Hingga Jumat, water bombing telah dilakukan sebanyak 16 kali.
"Hingga laporan diperbarui pada Jumat (18/9/2026) pukul 22.30 WIB, tim gabungan masih melakukan pemantauan visual di sekitar kawasan Gunung Kawi. Penanganan karhutla dijadwalkan berlanjut dengan pembuatan ilaran atau sekat bakar di area Gunung Kawi pada Sabtu ini," pungkasnya.
Sebagai informasi, penanganan melibatkan unsur BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, kepolisian, TNI, Perhutani, pemerintah kecamatan dan desa, LMDH, masyarakat peduli api (MPA), relawan, petugas pos pendakian, serta sejumlah pihak pendukung lainnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
