26 August 2026

Get In Touch

Macan Kumbang Luka Masuk Permukiman Warga di Batang, Dievakuasi BKSDA dan Taman Safari

Macan Kumbang Luka Masuk Permukiman Warga di Batang, Dievakuasi BKSDA dan Taman Safari

BATANG (Lentera)— Seekor macan kumbang (Panthera pardus melas) dievakuasi setelah masuk ke area permukiman warga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).

Evakuasi dilakukan secara terkoordinasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bawang. Taman Safari Indonesia (TSI), melalui Taman Safari Unit 4 dan fasilitas Beach Safari Batang, turut memberikan dukungan dalam proses penanganan satwa tersebut.

BKSDA Jawa Tengah meminta Beach Safari Batang membantu penanganan awal dengan menyediakan fasilitas serta tenaga medis. Dukungan diberikan karena lokasi fasilitas tersebut relatif dekat dengan titik ditemukannya macan kumbang.

Dalam pemeriksaan awal, tim medis menemukan luka terbuka pada kaki depan kanan satwa. Luka tersebut juga menunjukkan indikasi necrosis atau kematian jaringan.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, satwa teridentifikasi mengalami luka terbuka disertai indikasi necrosis pada bagian kaki depan kanan, yang diperkirakan telah terjadi sejak beberapa hari sebelum evakuasi. Penyebab pasti luka tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis,” kata Dr. Bongot Huaso Mulia, M.Si., VP Life Science Taman Safari Indonesia.

Setelah berhasil dievakuasi, macan kumbang tersebut kini berada di fasilitas Beach Safari Batang dalam kondisi aman. Tim medis melakukan observasi secara berkala untuk memantau kondisi kesehatannya, termasuk memastikan tidak terdapat gangguan lain selain luka pada bagian kaki.

Penanganan terhadap satwa dilakukan dengan melibatkan otoritas konservasi dan unsur pemerintah di tingkat kecamatan. Koordinasi tersebut ditujukan untuk memastikan keselamatan satwa sekaligus mencegah terjadinya konflik antara satwa liar dan masyarakat.

TSI menyatakan keterlibatannya dalam penanganan macan kumbang merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya konservasi dan perlindungan satwa liar Indonesia. Lembaga tersebut menyebut siap memberikan dukungan teknis dalam penanganan satwa di luar habitat operasionalnya apabila diminta dan dipercaya oleh otoritas yang berwenang.

TSI juga mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan satwa liar memasuki kawasan permukiman. Warga diminta segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang agar proses penanganan dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dan mengikuti prosedur yang tepat.

Perkembangan kondisi macan kumbang selanjutnya akan dipantau dan dikoordinasikan bersama BKSDA Jawa Tengah serta otoritas terkait lainnya.

Editor:Widyawati/rls

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.