13 August 2026

Get In Touch

Mentan Amran Cek Penyaluran Bantuan Beras di Surabaya, 495 KPM Terima Jatah Tiga Bulan

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI Andi Amran Sulaiman meninjau penyaluran bantuan di Kelurahan Lidah Kulon.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI Andi Amran Sulaiman meninjau penyaluran bantuan di Kelurahan Lidah Kulon.

SURABAYA (Lentera) -Sebanyak 495 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, menerima bantuan beras untuk alokasi tiga bulan sekaligus. Setiap KPM mendapatkan total 30 kilogram beras atau 10 kilogram untuk masing-masing bulan Juli, Agustus, dan September.

Penyaluran bantuan tersebut ditinjau langsung Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI Andi Amran Sulaiman di Kelurahan Lidah Kulon, Rabu (12/8/2026).

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) turut memastikan proses distribusi beras Bulog berjalan tertib dan sesuai data penerima.

Kepala DKPP Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, data penerima bantuan dari Bulog telah disesuaikan dengan data Dinsos Surabaya. Penerima bantuan menyasar warga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 3.

"Data penerima dari Bulog ini telah disesuaikan dengan data Dinsos Kota Surabaya, yang menyasar warga pada kategori desil 1 hingga desil 3," kata Nanik saat mendampingi peninjauan.

Nanik menegaskan, Pemkot Surabaya siap mengawal sekaligus memfasilitasi pendistribusian bantuan pangan serupa di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Hal itu dilakukan agar bantuan pemerintah dapat diterima warga yang memang memenuhi kriteria.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Andi Amran mengatakan penyaluran bantuan pangan merupakan arahan Presiden untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Secara nasional, bantuan beras tersebut ditujukan kepada 33,4 juta penerima manfaat.

"Ini arahan Bapak Presiden, kita bagikan untuk 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Jawa Timur adalah hari kedua setelah kemarin dari Alor. Kita bergerak terus-menerus sampai habis dan secepat-cepatnya kita keluarkan, daripada beras menumpuk di gudang," ujar Amran.

Menurut Amran, stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton. Kondisi tersebut, kata dia, sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan petani dan melimpahnya pasokan pangan nasional.

"Bantuan pangan sudah berjalan, kesejahteraan petani meningkat, dan stok kita banyak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," lanjutnya.

Selain meninjau penyaluran bantuan bagi KPM, Amran juga secara spontan membagikan paket beras tambahan di luar kuota Bulog kepada sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan kurir logistik yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Pemkot Surabaya memastikan kesiapan di lapangan turut mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Nanik mengatakan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi agar program ketahanan pangan nasional dapat dirasakan masyarakat yang berhak.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan memastikan program ketahanan pangan nasional dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Surabaya yang berhak menerimanya," pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.