MALANG (Lentera) -Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang mebentuk Forum Komunikasi Aksi Penguatan Kolaborasi Literasi Perlindungan Konsumen Bersama (Forkom Apel Bima).
Untuk memperkuat perlindungan konsumen di era teknologi digital BI menggandeng sejumlah pemangku kepentingan.
Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan unsur perbankan di Kota Malang, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, aparat penegak hukum (APH), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Semoga dengan Apel Bima ini bisa meningkatkan komunikasi antar stakeholder, meningkatkan literasi dari para pengguna digitalisasi, dan yang paling utama adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi," ujar Kepala KPw BI Malang, Indra Kuspriyadi, saat membuka Pekan QRIS Nasional, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan berbagai layanan digital, tetapi juga harus memahami risiko dan dampak dari penggunaannya. "Karena bahayanya dari sebuah digitalisasi adalah kalau kita tidak memahami dengan baik konsekuensi dari digitalisasi tersebut," katanya.
Indra mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru ketika menemukan transaksi maupun aktivitas digital yang diragukan. Ia menyampaikan pesan sederhana yang menurutnya dapat menjadi pegangan masyarakat, yakni "kalau ragu, stop dulu."
Kata Indra, bukan berarti masyarakat harus menghentikan pemanfaatan teknologi digital. Sebaliknya, masyarakat diminta berhenti sejenak untuk memastikan kesesuaian, keamanan, serta manfaat dari aktivitas digital yang akan dilakukan.
Dalam kesempatannya, Indra juga mengatakan perkembangan berbagai platform digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi mengenai destinasi wisata daerah, termasuk Kota Malang.
Kemudahan tersebut perlu diikuti oleh kemampuan mengubah tingginya kunjungan dan aktivitas wisata menjadi transaksi ekonomi. Sebab, banyaknya masyarakat yang datang ke suatu daerah belum otomatis memberikan manfaat ekonomi yang besar apabila tidak diikuti aktivitas transaksi.
Melalui Forkom Apel Bima tidak hanya diarahkan untuk memperkuat literasi dan perlindungan konsumen dalam ekosistem digital, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi untuk mendukung aktivitas ekonomi, termasuk sektor pariwisata.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)
