13 August 2026

Get In Touch

Serapan Gabah Bulog Jatim Tembus 927 Ribu Ton, Lampaui dari Target 883.000 Ton

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho memberikan keterangan saat peresmian Filial Bulog KP Karangsoko di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, Senin (10/8/2026).
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho memberikan keterangan saat peresmian Filial Bulog KP Karangsoko di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, Senin (10/8/2026).

TRENGGALEK (Lentera) -Perum Bulog Jawa Timur memastikan ketersediaan beras di wilayahnya dalam kondisi aman. Hingga 9 Agustus 2026, serapan gabah Bulog Jatim telah mencapai 927.000 ton, melampaui target semester pertama yang ditetapkan sebesar 883.000 ton.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan capaian tersebut menjadi hasil kerja bersama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta TNI dan Polri. Meski target telah terlampaui, Bulog tetap melanjutkan penyerapan hasil panen petani.

"Alhamdulillah, Bulog Jawa Timur sudah mencapai target. Per hari kemarin kami sudah mencapai 927.000 ton dari target 883.000 ton. Ini berkat dukungan Pak Wagub serta TNI dan Polri yang luar biasa," kata Langgeng saat menghadiri peresmian Filial Bulog KP Karangsoko di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, Senin (10/8/2026).

Menurut Langgeng, proses penyerapan gabah di Jawa Timur sejauh ini berjalan lancar. Kondisi tersebut didukung ekosistem yang semakin terbentuk, terlebih program penyerapan telah memasuki tahun kedua sehingga petani semakin memahami mekanisme yang dijalankan Bulog.

Untuk mendukung penyerapan tersebut, Bulog Jatim terus memperkuat kapasitas penyimpanan. Saat ini terdapat 352 gudang milik Bulog yang ditambah dengan 269 unit gudang hasil sewa.

Dengan dukungan seluruh fasilitas tersebut, Bulog Jatim memiliki kapasitas untuk menguasai stok hingga mendekati 2 juta ton. Adapun posisi stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 1,3 juta ton.

"Posisi stok kami saat ini sekitar 1,3 juta ton. Jumlah ini sekitar 25 persen dari stok nasional, sehingga Jawa Timur sangat-sangat aman," jelas Langgeng.

Kondisi stok yang aman tersebut memungkinkan Bulog Jatim tidak hanya memenuhi kebutuhan beras di dalam wilayah Jawa Timur. Sebagian beras dari hasil produksi Jawa Timur juga terus dikirim ke daerah lain yang mengalami defisit.

Langgeng menyebut saat ini terdapat 16 provinsi yang mendapat pasokan beras dari Jawa Timur. Beberapa di antaranya Papua, Riau, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami terus mengirim beras dari produksi Jawa Timur ke wilayah lain di Indonesia yang mengalami defisit. Saat ini sudah ada 16 provinsi yang kami suplai," katanya.

Di tengah penyerapan yang masih berjalan, Langgeng memastikan gudang-gudang Bulog Jatim masih memiliki ruang untuk menampung hasil panen. Namun, jika volume panen berikutnya meningkat, Bulog tidak menutup kemungkinan kembali menyewa gudang tambahan.

Terlebih, Bulog memperkirakan penyerapan akan kembali meningkat saat memasuki panen kedua. Jika hasil panen cukup besar, kebutuhan gudang tambahan akan disesuaikan dengan volume gabah yang berhasil diserap.

"Setelah panen kedua nanti, kalau hasil panennya bagus, kemungkinan kami akan menyewa gudang lagi," imbuh Langgeng.

Dalam proses pengadaan, Bulog juga menerima gabah dengan berbagai kualitas. Gabah tersebut selanjutnya diproses melalui penggilingan agar menghasilkan beras yang memenuhi standar operasional prosedur (SOP) pemerintah. 

Sementara untuk rencana pembangunan gudang baru, Bulog Jatim belum menetapkan target penambahan secara khusus hingga akhir 2026. Penambahan kapasitas akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan volume serapan.

 Secara nasional, Bulog memiliki rencana pembangunan 100 unit gudang yang mulai dikerjakan pada Agustus 2026. Namun, pembangunan tersebut diperkirakan belum seluruhnya dapat digunakan hingga akhir tahun.

"Kalau serapan bertambah, pasti kami tambah. Bulog memang punya rencana pembangunan 100 unit gudang se-Indonesia, tetapi baru akan dimulai Agustus ini," pungkasnya.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.