13 August 2026

Get In Touch

Kekeringan Berdampak pada Panen Petani Tuban

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari

SURABAYA (Lentera) -Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tuban berdampak pada produktivitas pertanian. Lahan yang sebelumnya dapat diproyeksikan panen hingga tiga kali dalam setahun kini berkurang menjadi dua kali akibat keterbatasan air.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, mengungkapkan kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penanganan kekeringan di wilayah Tuban.

“Dampaknya pasti ke pertanian. Lahan yang biasanya diproyeksikan bisa panen hingga tiga kali dalam setahun, akibat keterbatasan air terpaksa berkurang menjadi dua kali,” ungkap Hany di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (10/8/2026).

Untuk menjaga produksi pertanian, Hany mengatakan Pemprov Jatim bersama Pemkab Tuban terus didorong memaksimalkan bantuan sarana penunjang irigasi bagi petani, khususnya di kawasan tadah hujan.

“Dukungan alat-alat pertanian, pemanfaatan embung, hingga program pipanisasi dan pompanisasi terus dikawal dan dimaksimalkan. Harapannya, para petani tetap dapat mengoptimalkan lahan pertanian mereka secara efektif,” terangnya.

Selain berdampak terhadap pertanian, kekeringan juga menyebabkan keterbatasan air bersih bagi masyarakat. Hany menjelaskan, kondisi geografis dan struktur alam di sejumlah wilayah Tuban menjadi tantangan dalam mencari sumber air bersih permanen.

“Di daerah seperti Grabagan, struktur alamnya membuat debit air tanah tidak cukup untuk naik ke atas dalam jangka waktu lama. Kita sebenarnya sudah berupaya mencari beberapa titik untuk pembuatan sumur bor, namun kendala kontur alam memang sangat membatasi,” ujar Hany.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam jangka pendek, penyaluran bantuan air terus dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tuban, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen terkait.

Hany menekankan pemenuhan kebutuhan dasar dan sanitasi warga tetap harus dijamin selama musim kemarau.

“Tentu kita tidak bisa memaksa kondisi alam. Namun mitigasi terus berjalan, terutama penyaluran air bersih untuk konsumsi harian dan sanitasi warga. Ini hal yang paling utama dan penting untuk dijaga,” pungkasnya.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.