10 August 2026

Get In Touch

Mengaku Lakukan Kejahatan Seksual, Fotografer Ponorogo Simpan 700 Foto-Video di Toilet

ACW, Seorang fotografer asal Ponorogo, saat membuat klarifikasi dan meminta maaf setelah mengakui merekam salah satu anggota tim vendor Byends Makeup secara diam-diam saat korban berada di kamar mandi (Kompas)
ACW, Seorang fotografer asal Ponorogo, saat membuat klarifikasi dan meminta maaf setelah mengakui merekam salah satu anggota tim vendor Byends Makeup secara diam-diam saat korban berada di kamar mandi (Kompas)

PONOROGO (Lentera) -Kasus dugaan kejahatan seksual berbasis elektronik yang melibatkan seorang fotografer berinisial ACW (27) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kini memasuki babak baru yang kian mengejutkan.

Ponsel pintar (smartphone) milik fotografer tersebut ternyata menyimpan sekitar 700 file foto dan video yang merekam sejumlah perempuan secara diam-diam di berbagai acara pernikahan (wedding).

Skandal perekaman ilegal ini pertama kali terbongkar setelah ACW tertangkap basah mengarahkan kamera ponselnya melalui lubang ventilasi kamar mandi. Saat itu, salah seorang anggota tim vendor rias pengantin Byends Makeup sedang bersiap membersihkan diri di tempat persiapan acara pernikahan.

Ditemukan 700 File Rekaman di Folder Tersembunyi

Pemilik vendor rias Byends Makeup, Endin Intan Saputri (32), menuturkan bahwa terungkapnya kejahatan ini berawal dari keberanian dan kejelian timnya di lapangan. Setelah memergoki aksi pengintipan tersebut, suami Endin bersama tim langsung mendatangi pelaku dan mendesak untuk memeriksa isi galeri telepon selulernya.

Awalnya, pelaku sempat berupaya menyangkal dan mengelak dengan cara menghapus file rekaman terbaru yang baru saja diambilnya. Namun, pemeriksaan mendalam hingga ke sistem penyimpanan tersembunyi (hidden folder) akhirnya membongkar tabiat asli pelaku. 

"Jadi habis merekam tim saya kan terbongkar tuh, di folder baru dihapus. Nah, tak berhenti di situ, pemeriksaan kemudian berlanjut ke folder tersembunyi. Alangkah kagetnya, di folder tersembunyi isinya ada 700 item," ujar Endin.

Endin menjelaskan, ratusan item tersebut berisi materi foto dan video yang merekam deretan perempuan dalam berbagai kesempatan acara pernikahan. Banyak di antaranya menunjukkan rekaman tersembunyi yang diambil di lokasi privat seperti kamar mandi atau toilet tempat persiapan pengantin. Baca juga: Profil Sunarto, Eks Ketua DPRD Ponorogo yang Jadi Tersangka Korupsi Tunjangan Perumahan

"Di folder tersembunyi itu isinya banyak sekali. Sekitar 700 item menurut yang kami lihat. Banyak rekaman perempuan di acara wedding. Setelah dilihat, ternyata bukan cuma satu atau dua, sudah banyak video seperti itu. Kebanyakan HP-nya seperti ditaruh di kamar mandi, kemudian ada orang masuk dan terekam," papar Endin menahan amarah.

Kronologi Kejadian, HP Disusupkan Lewat Ventilasi Atas

Insiden pelecehan ini bermula ketika tim Byends Makeup tengah menjalankan tugas merias pengantin di sebuah rumah warga di Ponorogo. Sebelum acara berlangsung, Endin sebenarnya sudah merasakan kejanggalan terhadap sikap dan gerak-gerik ACW.

Sebagai sesama pekerja seni dalam industri pernikahan, pelaku dinilai tidak ramah dan terkesan menutup diri.

"Sebelum acara itu, fotografer datang. Tapi aneh, tidak menyapa. Biasanya memperkenalkan diri. Saya tanya fotografernya dari mana, dijawab sama klien saya katanya masih saudara," ujar Endin menceritakan awal mula pertemuan yang dikutip dari Kompas.

Setelah proses merias pengantin rampung, Endin memutuskan untuk bertolak lebih awal. Salah satu anggota tim perias lantas masuk ke kamar mandi rumah setempat untuk membersihkan diri. Saat itulah, korban yang berada di dalam toilet menyadari ada sebuah ponsel yang dijulurkan dari lubang ventilasi atas.

Untuk melancarkan aksi pengintipan tersebut, pelaku diduga sengaja memanjat sebuah kursi plastik di luar toilet agar kamera ponselnya dapat menjangkau celah ventilasi.

"Ponselnya benar-benar masuk ke ventilasi atas. Dia manjat kursi plastik, kemudian ponsel-nya dimasukkan ke ventilasi," imbuh Endin.

Sadar menjadi sasaran perekaman ilegal, korban seketika berteriak histeris dan berlari keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk. Teriakan korban memicu perhatian warga dan kru wedding lainnya. Informasi dari warga di sekitar lokasi membenarkan bahwa pelaku terlihat membuntut korban menuju area kamar mandi.

Pelaku Akui Kejahatan Seksual dan Minta Maaf

Usai aksinya terbongkar, ACW mengunggah video klarifikasi dan permohonan maaf terbuka melalui akun Instagram @byendsmakeup pada 3 Agustus 2026. Video tersebut mendadak viral dan menuai kecaman luas dari warganet.

Dalam video klarifikasi tersebut, ACW secara terbuka mengakui tindakan tidak terpujinya serta mengakui bahwa perbuatannya merupakan bentuk kejahatan seksual.

"Saya, ACW, meminta maaf kepada tim Byends Makeup karena saya sengaja merekam tim Byends Makeup yang sedang berada di dalam toilet. Saya mengakui perbuatan saya merupakan sebuah kejahatan seksual. Saya telah melukai korban dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut," ucap ACW dalam video klarifikasinya.

Meski dalam pengakuannya ACW berdalih baru pertama kali melakukan tindakan nekad tersebut, keberadaan 700 file di folder tersembunyi ponselnya menjadi bukti kuat yang membantah alibinya.

"ACW bilang baru pertama kali. Padahal kami melihat sendiri di folder-nya ada banyak rekaman seperti itu. Kesal banget," tegas Endin.

Pihak korban semula berencana menyerahkan HP pelaku sebagai barang bukti resmi kepada aparat penegak hukum. Namun, pihak keluarga ACW memohon agar skandal ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Atas pertimbangan dan permohonan keluarga, ponsel berisi ratusan rekaman tersebut akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga pelaku (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.