13 August 2026

Get In Touch

Panen Kurma di Mojokerto Diserbu Warga Jabar hingga Kaltim, Ikhtiar Ingin Punya Momongan

Warga mengantre untuk mendapatkan kurma muda gratis yang dibagikan oleh pengurus Masjid Al-Mubarok di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto (kompas)
Warga mengantre untuk mendapatkan kurma muda gratis yang dibagikan oleh pengurus Masjid Al-Mubarok di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto (kompas)

MOJOKERTO (Lentera) -Kurma yang berada di halaman Masjid Al Mubarok, Kota Mojokerto berbuah dan sedang panen. Warga pun rela mengantre usai subuh untuk mendapatkan kurma muda yang dibagikan secara gratis.

Bahkan, ada pula warga dari Jawa Barat (Jabar) hingga Kalimantan Timur (Kaltim) yang ikut antre, karena kurma muda dipercaya berkhasiat untuk program hamil.

Bagus Putra Hardianto (30), warga Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jabar itu datang bersama istrinya.

Mereka berangkat sejak Jumat (7/8/2026) dan menginap di kediaman saudaranya yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Kedatangannya ke Mojokerto itu menurutnya sebagai salah satu ikhtiar atau usaha agar dikaruniai momongan.

”Ini baru pertama datang kemari. Bentuk ikhtiar ingin punya momongan. Sebelum ke sini sudah pernah beberapa kali ke dokter, tapi mungkin belum jodohnya,” ungkap Bagus saat ditemui Minggu, (9/8/2026).

Diana (39), warga Balikpapan, Kaltim juga rela datang ke Mojokerto dengan harapan bisa mendapat bagian kurma muda gratis.

Di usianya yang hendak memasuki kepala 4, ia bersama suaminya ingin dikaruniai anak laki-laki.

Ditanam Sejak 37 Tahun Lalu

Agung, panitia pembagian kurma muda di Masjid Al Mubarok menjelaskan, kali ini ada sekitar 2.500 pieces kurma yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Pembagian dilaksanakan pada Minggu (9/8/2026) setelah shalat subuh.

Pohon kurma di Masjid Al-Mubarok itu berjenis kurma ajwa dan ditanam sejak 37 tahun lalu.

Agung mengatakan, kurma tersebut ditanam oleh ulama setempat yang baru hijrah dari Mekkah.

Sebelumnya, ada 4 bibit kurma yang ditanam di halaman masjid, namun karena adanya perluasan area parkir, saat ini tersisa 1 batang saja.

”Cerita dari cerita dulu, itu ada orang dari Kalimantan dapat petunjuk disuruh cari pohon kurma yang ada di Jawa Timur. Terus dia ke sini, ketemu pohon kurma ini. Lalu dia berpesan, suatu saat kurma ini bermanfaat bagi yang lain. Kami browsing-browsing, kurma itu juga bagus untuk program hamil yang bagus,” papar Agung dikutip Kompas, (9/8/2026).

Sekitar era 2000-an, kurma muda yang tumbuh dari pohon di masjid tersebut mulai dicari masyarakat sebagai usaha dalam program hamil.

Saat itu pohon kurma memiliki tinggi sekitar 2 meter dan berbuah lebat.

Dibagikan Saat Berbuah

Agung mengatakan, pembagian kurma muda hanya dilakukan ketika pohon sedang berbuah.

”Jadi tidak bisa dipastikan dibagikan tiap tahun. Kalau berbuah ya berbuah, kalau tidak ya tidak. Setahun kadang bisa 3 kali, kadang 2 tahun tidak berbuah. Jadi tidak diprediksi. Tahun ini sendiri sudah ke-4 ini,” kata Agung (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.