13 August 2026

Get In Touch

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Bengkulu pada Minggu Malam

Titik gempa di laut 84 km tenggara Enggano dengan koordinat 5,92 derajat lintang selatan (LS) dan 102,77 derajat bujur timur (BT) dengan kedalaman 40 km pada Minggu (9/8/2026) pukul 22.15 WIB.
Titik gempa di laut 84 km tenggara Enggano dengan koordinat 5,92 derajat lintang selatan (LS) dan 102,77 derajat bujur timur (BT) dengan kedalaman 40 km pada Minggu (9/8/2026) pukul 22.15 WIB.

BENGKULU (Lentera) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan magnitudo 5,5 mengguncang tenggara Enggano, Bengkulu pada Minggu (9/8/2026) pukul 22.15 WIB.

Pusat gempa berada di laut 84 km tenggara Enggano dengan koordinat 5,92 derajat lintang selatan (LS) dan 102,77 derajat bujur timur (BT) dengan kedalaman 40 km. BMKG mengatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan M5,2 pada kedalaman 34 km. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi," kata Wijayanto dalam keterangannya melansir sindonews. 

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas: 1. III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu ) di Bengkulu Utara; 2. II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ) di Kaur, Kepahiang, dan Enggano. 

BMKG memastikan tidak ada gempa bumi susulan yang terjadi di wilayah Pantai Barat Sumatera, Bengkulu Utara, Bengkulu. "Hingga pukul 22:40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata Wijayanto. 

Namun, dia memastikan BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang. "Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," katanya.

Melansir antara, Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau korban dari dampak gempa tersebut. BMKG menyatakan data tersebut mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan masih dapat berubah seiring bertambahnya data.

Indonesia termasuk negara yang rawan gempa karena berada di pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar, termasuk Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. (*)

Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.