TRENGGALEK (Lentera) – Bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di teras rumah kosong di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek pada Minggu (26/7/2026), dipastikan dalam keadaan sehat.
Meski dalam kondisi sehat, tim medis di RSUD dr. Soedomo Trenggalek masih melakukan observasi intensif selama tiga hari untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan akibat proses persalinan yang diduga tidak dilakukan secara steril.
Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono, mengatakan bayi tersebut tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.20 WIB pada Minggu pagi setelah dirujuk dari Puskesmas Tugu. Bayi diantar dengan pendampingan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek.
"Saat datang ke RSUD, kondisi bayi memang masih kotor. Namun setelah kami lakukan pemeriksaan, kondisi kesehatannya baik dan stabil," ujar Sujiono, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu memiliki berat badan 3 kilogram dengan panjang badan 48 sentimeter. Saat ini bayi menjalani perawatan di Ruang Matahari, ruang perawatan perinatal RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
"Untuk saat ini bayi masih menjalani observasi di ruang perinatal. Alhamdulillah kondisinya sehat dan baik," katanya.
Menurut Sujiono, masa observasi dilakukan selama tiga hari karena tim medis perlu memastikan tidak ada infeksi maupun gangguan kesehatan lain yang mungkin muncul akibat proses persalinan sebelum bayi ditemukan warga.
"Kami membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk observasi lanjutan. Kami mempertimbangkan kemungkinan proses persalinannya dilakukan dalam kondisi yang kurang bersih, sehingga kondisi bayi harus benar-benar dipastikan sehat," jelasnya.
Apabila hasil observasi menunjukkan kondisi bayi tetap stabil, RSUD akan berkoordinasi dengan Dinsos PPPA Kabupaten Trenggalek untuk penanganan berikutnya.
"Setelah masa observasi selesai dan kondisi bayi dinyatakan sehat, selanjutnya akan kami koordinasikan dengan Dinsos PPPA. Biasanya bayi akan dibawa ke Surabaya untuk penanganan lebih lanjut," pungkas Sujiono.
Sebelumnya, bayi tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Yatini di teras rumah kosong milik warga yang sedang merantau di Desa Banaran, Kecamatan Tugu. Saat ditemukan, bayi masih memiliki tali pusar dan dibungkus menggunakan kain jarik. Kasus pembuangan bayi tersebut kini masih dalam penyelidikan Polsek Tugu untuk mengungkap siapa pelaku yang bertanggung jawab.
Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH




.jpg)
