20 June 2026

Get In Touch

Dua Bandara di NTT Tutup Sementara, Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Ile Lewotolok

Bandara Gewayantana Larantuka di Flores, NTT, ditutup sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ile Lewotolok. (foto:ist/CNN Indonesia)
Bandara Gewayantana Larantuka di Flores, NTT, ditutup sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ile Lewotolok. (foto:ist/CNN Indonesia)

KUPANG (Lentera) - Dua bandara di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sementara, akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ile Lewotolok.

Bandara yang ditutup adalah Bandara Frans Seda Maumere dan Bandara Gewayantana Larantuka, penutupan sementara dilakukan demi menjamin keamanan penerbangan dan penumpang.

Kepala Bandar Udara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan memastikan bandara tersebut ditutup efektif mulai, Sabtu (20/6/2026) hingga Minggu (21/6/2026) pukul 06.00 WITA. Seluruh jadwal penerbangan pada hari ini ditangguhkan.

"Penutupan ini mengikuti perkembangan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Sejumlah rute harus dibatalkan, antara lain Wings Air rute Maumere-Kupang, Kupang-Maumere, Makassar-Maumere, dan sebaliknya," ujar Partahian kepada CNN Indonesia dikutip, Sabtu siang (20/6/2026).

Sebelumnya, Bandara Frans Seda Maumere juga sempat ditutup, pada Rabu hingga Kamis pekan ini akibat lontaran abu vulkanik dari gunung yang sama.

Di tempat lain, Bandar Udara Gewayantana Larantuka juga diberlakukan status penutupan sementara, sejak Kamis (18/6/2026) lalu.

Kepala Bandara Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito menyatakan langkah penghentian operasi sementara dilakukan, akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok dan dampak abu dari Lewotobi Laki-laki.

"Saat ini statusnya resmi Aerodrome Closed. Belum ada jadwal pasti pembukaan kembali; penumpang disarankan memantau informasi resmi maskapai," jelasnya, kepada CNN Indonesia.

Berdasarkan data PVMBG, Gunung Ile Lewotolok mulai aktif sejak 18 Juni 2026 dengan kolom abu setinggi 300 meter, berwarna putih hingga kelabu, dan bergerak ke arah barat. Statusnya berada di Level II (Waspada).

Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki status lebih tinggi, yaitu Level III (Siaga), dengan aktivitas erupsi yang terus berlangsung.

PVMBG mengimbau warga tidak mendekati area dengan radius 5 kilometer dari puncak kedua gunung. Masyarakat juga diminta waspada terhadap risiko lahar hujan jika turun hujan deras di sekitar lereng.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.