19 June 2026

Get In Touch

Jemaah Haji Asal Kediri Terluka Saat Bus Shalawat Tabrak Teras Hotel

bus shalawat dengan kode operasional A7 melaju tak terkendali, menabrak trotoar, lalu masuk hingga ke area teras hotel (Ist)
bus shalawat dengan kode operasional A7 melaju tak terkendali, menabrak trotoar, lalu masuk hingga ke area teras hotel (Ist)

SURABAYA (Lentera) -Seorang jemaah haji asal Kediri dilaporkan mengalami luka setelah menjadi korban kecelakaan bus shalawat di kawasan hotel jemaah di Makkah, Arab Saudi, sekitar pukul 07.00 waktu setempat.

Korban diketahui bernama Sania Nur Laili Afifah, jemaah Kloter SUB 110 asal Desa Srikaton, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Ketua Rombongan Kloter SUB 111, Abdullah Rosyaad, yang berada di lokasi kejadian menjelaskan, insiden tersebut melibatkan bus shalawat resmi yang biasa digunakan untuk mobilitas jemaah haji dari Indinesia selama di Tanah Suci.

Selain Sania, terdapat satu korban lain yang merupakan jemaah asal Surabaya kloter 114 dan mengalami luka lebih serius.

“Korban ada dua orang. Satu dari Kediri atas nama Sania Nur Laili Afifah, kondisinya tidak terlalu parah tetapi tetap dibawa ke rumah sakit. Satu korban lainnya dari Surabaya mengalami luka lebih serius,” ujar Rosyaad.

Menurutnya, kecelakaan terjadi saat kedua korban tengah duduk di teras hotel.

Secara tiba-tiba, bus shalawat dengan kode operasional A7 melaju tak terkendali, menabrak trotoar, lalu masuk hingga ke area teras hotel.

Benturan keras membuat pagar pembatas hotel rusak dan roboh. Korban yang berada di sekitar lokasi langsung mendapat penanganan dari petugas setempat.

“Kedua jamaah saat itu sedang duduk di teras hotel. Tiba-tiba bus melaju, naik ke trotoar sampai masuk ke teras hotel dan pagar pembatasnya sampai patah,” jelasnya, dikutip laman ujungpena, Jumat (19/6/2026).

Bus shalawat tersebut diketahui merupakan armada resmi yang beroperasi selama 24 jam untuk mengantar jemput jemaah haji, termasuk rombongan dari KBHU Al Mubarok dan beberapa kloter lainnya.

Abdullah menduga faktor kelelahan pengemudi menjadi salah satu penyebab kecelakaan, meski penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang Saudi Arabia.

“Perkiraan saya sopir bus dalam kondisi mengantuk, sehingga kemungkinan pedal gas terinjak dan bus langsung melaju,” pungkasnya.

Dengan adanya insiden tersebut, menjadi perhatian serius bagi petugas haji maupun otoritas setempat sebagai upaya memastikan keamanan dan keselamatan jemaah haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.