30 April 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah : Jatim Siap Menjadi Powerhouse Perdagangan Nasional

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat melakukan pertemuan  dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia di Hotel Pavilion Kuala Lumpur Malaysia,  Rabu (29/4/2026).
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat melakukan pertemuan  dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia di Hotel Pavilion Kuala Lumpur Malaysia,  Rabu (29/4/2026).

KUALA LUMPUR (Lentera) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyatakan secara khusus bahwa Jatim siap untuk menjadi powerhouse perdagangan nasional. Hal itu disampaikan saat melakukan pertemuan  dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Yang Mulia Raden Dato' Muhammad Iman Hascarya Kusumo, di Hotel Pavilion Kuala Lumpur Malaysia,  Rabu (29/4/2026).

Pertemuman itu sebagai rangkaian kunjungan kerja pada kegiatan misi dagang dan investasi Jatim - Malaysia. Pertemuan dilaksanakan di  tempat dimana misi dagang dan investasi Jawa Timur - Malaysia dilaksanakan. Dalam kesempatan itu, keduanya melakukan diskusi mendalam terkait penguatan perdagangan Jawa Timur - Malaysia. 

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah  bukan tanpa alasan. Melainkan selama ini Jawa Timur telah menempatkan sektor perdagangan sebagai salah satu kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan perdagangan antar daerah, antar provinsi, hingga ekspansi ke pasar internasional.

“Sejak beberapa tahun terakhir, kami secara konsisten melakukan misi dagang ke berbagai provinsi dan negara sahabat. Ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan yang kompetitif,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Malaysia menunjukkan perkembangan yang positif. Sejumlah transaksi perdagangan telah terealisasi selama ini , serta telah dilakukan berbagai forum business matching yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua belah pihak. Untuk misi dagang dan investasi Jatim - Malaysia kali ini kita melakukan sepuluh kali bussines matching.

“Hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Malaysia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Kami melihat adanya peluang sinergi yang kuat, baik di sektor industri pengolahan, pangan, maupun produk-produk unggulan lainnya,” katanya.

Berdasarkan data, nilai ekspor Jatim ke Malaysia di tahun 2025 mencapai USD 1.539,3 juta. Sedangkan impor Jatim dari Malaysia mencapai USD 572,37 juta. Kondisi ini menghasilkan surplus perdagangan bagi Jatim  sebesar USD 967,06 juta, yang menunjukkan daya saing produk Jawa Timur di pasar internasional semakin kuat.

Khofifah menjelaskan, sejumlah komoditas unggulan Jawa Timur yang mendominasi ekspor ke Malaysia antara lain tembaga, lemak dan minyak hewani, berbagai produk kimia, kakao dan olahannya, serta kayu dan barang dari kayu.

“Komoditas tersebut menjadi tulang punggung ekspor nonmigas yang terus menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar Gubernur Khofifah.

Di sisi lain, impor dari Malaysia ke Jawa Timur meliputi produk plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, mesin dan peralatan mekanis, berbagai makanan olahan, serta kakao dan olahannya.

Lebih lanjut, Khofifah menyebut bahwa Jawa Timur saat ini juga tengah mendorong perluasan pasar ekspor ke berbagai negara, termasuk negara-negara dengan karakteristik pasar khusus seperti Maladewa yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor berbagai produk.

“Pasar global terus berkembang dan menghadirkan peluang baru. Jawa Timur siap menjawab kebutuhan tersebut dengan produk-produk berkualitas dan berdaya saing,” tegasnya.

Di sisi lain, Khofifah menegaskan bahwa kekuatan Jawa Timur tidak hanya terletak pada perdagangan, tetapi juga pada ketahanan dan kedaulatan pangan. Berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, gula, serta protein hewani seperti ayam, telur, dan sapi, telah mampu dipenuhi dari produksi dalam daerah.

“Jawa Timur saat ini telah bergerak menuju kedaulatan pangan. Ini menjadi modal penting untuk mendukung ekspansi pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Penguatan sektor peternakan juga terus dilakukan melalui pengembangan teknologi dan inovasi, termasuk pembangunan Grand Parent Stock (GPS) yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor serta meningkatkan kualitas produksi dalam negeri.

Tak hanya itu, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga menjadi faktor penting dalam mendukung penguatan sektor perdagangan dan industri. Kolaborasi riset yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Sinergi ini menjadi kekuatan besar bagi Jawa Timur. Dengan dukungan riset dan inovasi, kita optimistis mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas jangkauan pasar,” tuturnya.

Selain penguatan perdagangan, dalam audiensi tersebut juga dibahas peluang peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. 

Khofifah menyebut, kolaborasi antar perguruan tinggi serta pertukaran pelajar antara Indonesia dan Malaysia menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan global. 

Dalam kesempatan tersebut juga disinggung pentingnya penguatan koordinasi dan komunikasi terkait dinamika regulasi ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan yang optimal bagi pekerja migran Indonesia.

Khofifah pun berharap, penguatan kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Malaysia, dapat terus ditingkatkan guna membuka peluang perdagangan yang lebih luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Jawa Timur akan terus menjadi penjalin sinergi perdagangan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Yang Mulia Raden Dato' Muhammad Iman Hascarya Kusumo, menyampaikan apresiasinya terhadap peran strategis Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia. 

Ia menilai Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai powerhouse industri dan perdagangan yang dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di Malaysia.

Menurutnya, banyak sektor yang dapat dikerjasamakan, mulai dari industri pengolahan hingga produk makanan dan komoditas unggulan lainnya. Selain itu, ia juga melihat peluang pasar global yang semakin terbuka, termasuk dari negara-negara yang memiliki ketergantungan impor tinggi seperti Maladewa.

“Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis dengan potensi yang sangat besar. Melalui diskusi dan kolaborasi yang intensif, kami optimistis berbagai peluang kerja sama ini dapat ditindaklanjuti untuk memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi kedua belah pihak,” tandasnya. (*)

Editor : Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.