JAKARTA (Lentera) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyarankan kampus-kampus di Indonesia untuk membangun dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri," ujar Dadan, dikutip dari laman resmi BGN, Kamis (30/4/2026).
Dijelaskannya, satu unit SPPG membutuhkan dukungan ekosistem produksi pangan yang tidak kecil. Untuk memenuhi kebutuhan beras, dibutuhkan sedikitnya delapan hektare lahan sawah.
Sementara itu, sekitar 19 hektare lahan jagung diperlukan untuk mendukung pakan ternak, serta sekitar 4.000 ayam petelur guna memastikan ketersediaan protein hewani setiap hari.
Kebutuhan tersebut, lanjut Dadan, justru membuka peluang besar bagi perguruan tinggi untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik nyata di lapangan.
Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pengelolaan sektor pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek. "Ini bukan sekadar dapur, tapi ekosistem dari hulu ke hilir yang bisa dikelola bersama. Kampus punya sumber daya untuk itu," tegasnya.
Lebih lanjut, Dadan menyebut SPPG dapat difungsikan sebagai "laboratorium hidup" bagi pengembangan riset dan inovasi. Mulai dari teknologi pertanian modern, pengolahan pangan, hingga sistem manajemen rantai pasok, seluruhnya dapat diuji dan diterapkan secara langsung.
Diketahui pada 28 April 2026 lalu, Dadan bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, serta Rektor Universitas Hasanuddin telah meresmikan SPPG pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Brian menegaskan, kehadiran SPPG di kampus merupakan wujud konkret dukungan dunia pendidikan tinggi terhadap program prioritas pemerintah, khususnya dalam pemenuhan gizi masyarakat.
"Intinya adalah bagaimana dari perguruan tinggi bisa menjalankan peran untuk mendukung program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah program MBG," ujar Brian, melansir Antara.
Editor: Santi





.jpg)
