25 March 2026

Get In Touch

Antrean Kendaraan Capai 18Km, Polres Cianjur Arahkan Pemudik ke Jalur Alternatif

Antrean panjang kendaraan di jalur Puncak-Cianjur pada arus balik Lebaran 2026. (foto:ist/Ant)
Antrean panjang kendaraan di jalur Puncak-Cianjur pada arus balik Lebaran 2026. (foto:ist/Ant)

CIANJUR (Lentera) - Polres Cianjur mengarahkan para pemudik menuju jalur alternatif guna menghindari kemacetan parah pada H+3 Lebaran, Selasa (24/3/2026). Pasalnya antrean kendaraan mencapai hingga 18 kilometer terjadi di jalur Puncak-Cianjur saat puncak arus balik Lebaran 2026.

"Kami lakukan berbagai upaya mengantisipasi macet total pada arus balik 2026, salah satunya mengarahkan pemudik dengan tujuan Jabodetabek dan Banten ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi," ujar Kepala Satlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, dikutip dari ANTARA, Selasa (24/3/2026).

Menurutnya, puncak arus balik sudah terjadi pada H+2 atau Senin (23/3/2026) pagi hingga malam sehingga pihak kepolisian melakukan sejumlah rekayasa arus lalu lintas. Termasuk menutup jalur menuju Puncak dari Cianjur.

Kepolisian juga meminta pengendara dengan tujuan balik ke perantauan masing-masing untuk menghindari melintas di jalur Puncak-Cianjur. Karena diprediksi volume kendaraan masih tetap tinggi pada H+3 Lebaran, berbaur dengan kendaraan wisatawan ke berbagai destinasi wisata.

Para petugas di masing-masing pos pengamanan mulai dari Haurwangi perbatasan Cianjur-Bandung Barat akan mengarahkan pengendara dengan tujuan Jabodetabek dan Banten untuk mengambil jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi guna menghindari antrean panjang di Puncak.

Tim pengurai kemacetan juga disiagakan di sejumlah titik rawan macet guna mengurai antrean. Termasuk mengarahkan pengendara ke jalur alternatif, agar macet total hingga berjam-jam di jalur Puncak tidak sampai terjadi.

"Kami meminta pengendara mematuhi aturan lalu lintas dan mengindahkan anjuran petugas agar aman, nyaman, dan lancar sampai ke perantauan," katanya.

Aang menambahkan, penutupan arus menuju Puncak akan diterapkan pada H+3 Lebaran, ketika arus kendaraan kembali mengalami antrean panjang lebih dari 5 kilometer. Rekayasa arus akan diberlakukan sejak pagi hingga malam secara situasional.

"Kami terus berupaya melakukan antisipasi dan penanganan cepat ketika antrean panjang kembali terjadi pada H+4 Lebaran. Sejumlah rekayasa arus mulai dari penyekatan, sistem satu arah, dan penutupan jalur akan kembali diterapkan secara situasional," katanya.

Editor:Santi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.