21 March 2026

Get In Touch

Baru 3 Bulan Diresmikan, Kanopi Pasar Ploso Jombang Ambruk

Kanopi Pasar Ploso Jombang yang Ambruk.(sutono abdillah).
Kanopi Pasar Ploso Jombang yang Ambruk.(sutono abdillah).

JOMBANG (Lentera) - Bagian kanopi di sisi depan bangunan Pasar Ploso, Jombang, ambruk, Rabu (18/3/2026) dini hari. Padahal, pasar tersebut baru tiga bulan lalu diresmikan, setelah direvitalisasi tahun 2025 dengan biaya Rp 3.9 miliar.

Kanopi sepanjang lebih 15 meter, terlepas dari rangka penyangga dan jatuh ke lantai area pasar.

Beruntung, tak ada korban luka maupun jiwa, karena saat kejadian, kondisi pasar relatif sepi. Belum banyak aktivitas di area tersebut. Namun, dua sepeda motor yang terparkir tertimpa material runtuhan.

Salah satu pedagang sayur, Wahyuni (45) mengaku sempat mendengar suara mencurigakan sebelum kanopi tersebut roboh.

“Awalnya saya kira suara kucing. Lalu terdengar bunyi seperti patah-patah, tidak lama kemudian langsung roboh,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bagian kanopi yang runtuh dimulai dari tengah bangunan dan kemudian merembet ke sisi utara. Beberapa material bahkan sempat mengenai kabel di sekitar lokasi.

Wahyuni dan pedagang lain sempat terheran-heran, mengapa bisa ambruk, padahal saat kejadian cuaca tidak buruk. Tidak ada hujan, angin pun tidak kencang. Hanya mendung yang memang merata.

Bangunan Ploso sendiri merupakan hasil revitalisasi yang baru selesai dikerjakan akhir 2025 lalu dan diresmikan pada awal Januari 2026.

Pasar Ploso merupakan proyek Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang dengan anggaran Rp3,9 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Jawa Timur 2025. Pekerjaan konstruksi proyek dilaksanakan CV Panama asal Sampang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, Purwanto mengatakan pihaknya bersama inspektorat telah meninjau langsung lokasi kejadian.

“Secara teknis sudah kami koordinasikan dengan pelaksana. Hari ini dilakukan pembersihan dan perbaikan, kami minta kejadian serupa tidak terulang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, karena proyek masih dalam masa pemeliharaan, tanggung jawab perbaikan berada pada pihak kontraktor. Purwanto meminta agar bagian bangunan lain segera diperiksa untuk mengantisipasi potensi kerusakan serupa.

“Sebelah utara saja bisa ambruk tanpa angin atau hujan. Kami khawatir sisi selatan berpotensi sama, sehingga harus segera diperiksa dan diperkuat,” ujarnya.

 

Reporter: Sutono Abdillah/Editor: Ais

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.