SURABAYA ( LENTERA ) - Kentang selama ini lebih dikenal sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti nasi, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Namun, bahan pangan yang mudah ditemukan ini ternyata juga menyimpan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, termasuk membantu mengendalikan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Kandungan kalium menjadi salah satu alasan kentang dapat mendukung pengendalian tekanan darah. Mineral tersebut berperan membantu tubuh mengatur keseimbangan natrium dan cairan, sekaligus menjaga fungsi pembuluh darah.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan kentang mengandung sejumlah nutrisi penting, mulai dari kalium, vitamin C, hingga antioksidan.
"Jadi kalau kentang yang ada hubungannya dengan hipertensi sebenarnya dia bisa membantu untuk menurunkan hipertensi karena ada kandungan kaliumnya tadi," ujar dr Yaze.
Menariknya, bagian kentang yang sering kali dikupas sebelum dimasak justru menyimpan kandungan nutrisi yang tidak boleh diabaikan. Menurut dr Yaze, kulit kentang memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi dibandingkan bagian dagingnya.
"Sebenarnya kalau bisa si kulitnya itu lebih tinggi antioksidannya di kulit dibandingkan di dagingnya. Jadi antioksidannya itu dia lebih banyak di kulitnya," terangnya.
Karena itu, ia menyarankan kentang dikonsumsi bersama kulitnya setelah dibersihkan dengan benar.
"Kalau bisa kita konsumsi sama kulitnya juga, tapi jangan lupa dibersihin. Dibersihin dulu tanah-tanahnya, baru habis itu kita konsumsi sama kulit-kulitnya," imbaunya.
Peran Kalium
Manfaat kentang untuk tekanan darah berkaitan dengan fungsi kalium dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh. Mineral ini membantu mengimbangi efek natrium atau sodium yang banyak ditemukan dalam garam dan makanan olahan.
dr Yaze menjelaskan, kalium membantu mengendalikan kadar natrium dalam tubuh sehingga dapat mendukung relaksasi dinding pembuluh darah. Ketika pembuluh darah lebih rileks, tekanan darah dapat lebih terkontrol.
"Sebenarnya karena kandungan kaliumnya tadi itu bisa menetralkan natrium yang ada di tubuh kita, di dalam darah. Jadi akhirnya dia bisa meregangkan dinding pembuluh darah, akhirnya tekanan darah bisa lebih stabil, lebih adem," jelasnya.
Penjelasan tersebut sejalan dengan informasi American Heart Association (AHA). Organisasi kesehatan jantung Amerika Serikat itu menyebut kalium dapat membantu mengurangi efek natrium dengan meningkatkan pembuangan natrium melalui urine. Kalium juga membantu mengurangi ketegangan pada dinding pembuluh darah sehingga berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dalam publikasi mengenai natrium dan kalium pada 14 Agustus 2026 juga menjelaskan konsumsi natrium berlebihan dan asupan kalium yang terlalu rendah dapat meningkatkan tekanan darah.
Sebaliknya, peningkatan asupan kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada orang dengan hipertensi.
Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat satu kentang berukuran sedang yang dikonsumsi bersama kulitnya mengandung sekitar 600 miligram kalium dan 2-3 gram serat. Sebagian besar serat tersebut berasal dari kulit kentang.
Bisa Menggantikan Nasi?
Melihat kandungan nutrisinya, kentang dapat menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat bagi penderita hipertensi. dr Yaze bahkan menyarankan penggantian sumber karbohidrat harian dengan kentang sebagai salah satu pilihan pola makan.
"Selain bisa turun berat badan, tekanan darah kita jadi lebih terkontrol. Jadi boleh nih untuk pengidap hipertensi kalau misalnya karbo-nya mau diganti kentang, boleh banget," pungkasnya.
Meski demikian, manfaat kentang sangat dipengaruhi cara pengolahan dan pola makan secara keseluruhan. Kentang yang digoreng, diberi banyak garam, mentega, atau saus tinggi natrium tentu berbeda nilai kesehatannya dibandingkan kentang yang direbus, dikukus, atau dipanggang dengan sedikit tambahan garam.
Harvard T.H. Chan School of Public Health juga mengingatkan kentang merupakan sumber pati yang dapat meningkatkan gula darah. Konsumsi dalam jumlah berlebihan bukan berarti otomatis memberikan manfaat kesehatan lebih besar. Pengaturan porsi dan keseimbangan dengan sumber protein, sayuran, serta makanan bergizi lainnya tetap diperlukan.
Penderita Hipertensi Perhatikan Ginjal
Satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah asupan kalium tidak selalu aman dalam jumlah tinggi bagi setiap orang. Penderita penyakit ginjal kronis, khususnya yang mengalami gangguan pengeluaran kalium, perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan konsumsi makanan tinggi kalium.
American Heart Association juga mengingatkan bahwa sejumlah obat hipertensi, seperti ACE inhibitor dan ARB, dapat memengaruhi kadar kalium dalam darah. Karena itu, perubahan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan pengobatan yang sedang dijalani.
Pedoman hipertensi American Heart Association dan American College of Cardiology (AHA/ACC) 2025 merekomendasikan pola makan sehat jantung, termasuk pendekatan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), pembatasan natrium, serta peningkatan asupan kalium dari sumber makanan bagi orang dewasa dengan tekanan darah tinggi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan konsumsi garam kurang dari 5 gram per hari atau setara dengan kurang dari 2.000 miligram natrium. Pembatasan garam menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.(far,ist/dya)





.jpg)
