PALANGKA RAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya dengan membuka rumah aman asap di Jalan Badak XV1 Kota Palangka Raya.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan kolaborasi tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan warga, terutama di bidang kesehatan, serta memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga di wilayah pinggiran.
"Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan dampak karhutla melalui dukungan tenaga, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan lainnya," papar Fairid, Kamis (29/10/2026).
Ia mengatakan Pemkot Palangka Raya menyambut baik inisiatif kolaborasi yang ditawarkan berbagai pihak, termasuk relawan yang bergerak membantu masyarakat terdampak kabut asap.
Dalam pembahasan kolaborasi bersama relawan rumah aman asap tersebut, diketahui jika aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian utama.
Masyarakat yang terdampak kabut asap membutuhkan perhatian dan bantuan agar dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi yang mereka alami.
"Pemkot Palangka Raya menyatakan siap untuk bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, baik komunitas, relawan, maupun pihak lainnya yang memiliki kepedulian terhadap kondisi warga," tegas Fairid.
Lewat sinergi ini, diharapkan dapat memperkuat upaya penyaluran bantuan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Salah satu yang menjadi sasaran utama kolaborasi adalah masyarakat di wilayah pinggiran yang dinilai belum terjangkau bantuan secara optimal.
Melalui keterlibatan relawan di lapangan, Pemkot akan memperoleh informasi mengenai warga yang membutuhkan pertolongan, tetapi belum terdata atau belum mendapatkan bantuan.
Menurut Fairid, hal ini penting guna memastikan bantuan dapat diterima secara merata. Mengingat, masih ada kemungkinan warga yang sebenarnya memenuhi kriteria penerima bantuan, tetapi belum memperoleh dukungan yang seharusnya mereka terima.
Ia berharap, dengan terjalinnya kolaborasi lintas pihak, jangkauan bantuan bagi masyarakat terdampak kabut asap semakin luas sekaligus memperkuat penanganan dampak kesehatan terhadap masyarakat.
"Melalui kerjasama ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan penyaluran bantuan agar tepat sasaran, sehingga seluruh warga yang membutuhkan dapat memperoleh perhatian dan pertolongan secara cepat dan sesuai kebutuhan," tutupnya. (*)
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
