29 October 2026

Get In Touch

Buku Antologi Kisah Perjalanan Hidup Mimik Idayana, Inspirasi Literasi Siswa MTsN 4 Sidoarjo

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berfoto bersama para penulis buku antologi \
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berfoto bersama para penulis buku antologi \"Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo\" dari MTs Negeri 4 Sidoarjo, Kamis (29/10/2026).

SIDOARJO (Lentera) - Perjalanan hidup dan kiprah Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana menginspirasi lahirnya sebuah karya literasi. Sebanyak 30 penulis yang terdiri atas siswa, guru, dan wali murid MTs Negeri 4 Sidoarjo berkolaborasi menerbitkan buku antologi berjudul “Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo”, Kamis (29/10/2026).

Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup dan dedikasi Mimik Idayana. Dari aktivitasnya sebelum terjun ke dunia politik, menjadi anggota legislatif, hingga mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Sidoarjo.

Kepala MTsN 4 Sidoarjo Islakha Wahyuni mengatakan, karya itu merupakan bagian dari upaya madrasah dalam memperkuat budaya literasi. Sekaligus memperkenalkan figur perempuan inspiratif kepada para siswa. Buku antologi tersebut ditulis oleh 26 siswa, tiga guru, dan satu wali murid. Setiap penulis menghadirkan sudut pandang serta cerita yang berbeda mengenai sosok Mimik Idayana. Proses penyusunannya berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada siswa untuk menuangkan gagasan, mengenal tokoh inspiratif, sekaligus menumbuhkan keberanian dalam menulis dan meraih cita-cita,” ujar Islakha.

Ia mengungkapkan, ide penulisan buku berawal dari diskusi bersama para siswa tentang tokoh yang dapat dijadikan teladan. Dari diskusi tersebut muncul ketertarikan untuk mengangkat sosok perempuan yang berhasil menorehkan prestasi dan dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

"Ketika saya bertanya kepada anak-anak perempuan tentang cita-cita mereka, ada yang ingin menjadi seperti tokoh perempuan yang kini memegang peran penting. Karena itu, saya mendorong mereka untuk menulis dan belajar dari perjalanan hidup tokoh yang mereka kagumi,” tuturnya.

Islakha menjelaskan, MTsN 4 Sidoarjo terus mendorong penguatan literasi melalui berbagai karya tulis. Mulai puisi, antologi, cerita pendek, hingga buku pantun. Para guru dan kepala madrasah turut terlibat dalam kegiatan menulis tersebut sebagai bentuk teladan bagi para siswa.

Melalui penerbitan buku itu, pihak madrasah berharap semakin banyak siswa yang berani berkarya, memiliki kepercayaan diri dalam berkomunikasi, serta menghasilkan tulisan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan apresiasi atas kreativitas siswa, guru, dan wali murid MTsN 4 Sidoarjo yang telah menghasilkan karya tentang sosok perempuan inspiratif. Ia berharap buku tersebut menjadi pijakan awal bagi lahirnya karya-karya lain yang mengulas perjalanan dan keteladanan tokoh-tokoh Sidoarjo lainnya.

"Semoga ini jadi contoh bagi sekolah lain. Jangan berhenti pada buku tentang perempuan yang menginspirasi, nantinya juga ada tulisan tentang tokoh-tokoh lain. Ini bukti bahwa anak-anak dan guru kita punya potensi besar untuk berkarya dan mengharumkan nama Sidoarjo,” katanya.

Mimik juga mendorong para siswa agar tidak takut mencoba maupun berbuat salah, serta terus mengasah kemampuan menulis. Menurutnya, tulisan yang dibuat hari ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di masa depan.

"Jangan takut mencoba, jangan takut salah. Teruslah belajar, teruslah berkarya, dan jangan pernah berhenti menginspirasi,” pesannya. Di hadapan para siswa, Mimik turut menekankan pentingnya amanah, tanggung jawab, dan komunikasi dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik harus dijawab dengan kerja nyata dan kemauan mencari solusi atas setiap persoalan.

“Jangan sampai kita menzalimi masyarakat atau membuat masyarakat mengeluh karena kepemimpinan kita. Kita bekerja karena dipercaya dan diberi amanah oleh masyarakat. Kalau ada masalah, mari duduk bersama, berkomunikasi, dan cari jalan keluarnya supaya persoalan bisa diselesaikan,” katanya.

Mimik pun berbagi cerita tentang kehidupannya sebelum menjadi anggota dewan dan Wakil Bupati Sidoarjo. Baginya, berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat merupakan kunci untuk memahami persoalan sekaligus membangun kedekatan dengan warga. (*)

 

Reporter : Teguh 
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.