SURABAYA (Lentera)– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan rata-rata delapan hingga sepuluh mobil pemadam kebakaran setiap hari untuk membasahi sejumlah ruas jalan yang berdebu akibat proyek pembangunan. Upaya ini terutama menyasar kawasan proyek drainase dan pemasangan box culvert di tengah cuaca panas.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran DPKP Surabaya, M. Rokhim, mengatakan pembasahan dilakukan pada siang dan malam hari dengan sasaran berbeda. Lokasi penyiraman disesuaikan dengan kondisi lapangan, kebutuhan penanganan, serta laporan masyarakat.
“Pembasahan dilakukan di berbagai wilayah, terutama di sekitar lokasi pengerjaan box culvert dan proyek lainnya yang berpotensi menimbulkan debu. Armada yang dikerahkan menyesuaikan kebutuhan, termasuk berdasarkan laporan warga melalui hotline,” kata Rokhim dikutip Sabtu (24/10/2026).
Ia mengungkapkan, pada siang hari, petugas memprioritaskan ruas jalan di sekitar proyek pembangunan yang berpotensi menimbulkan debu. Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran antara lain Jalan Tanjungsari, Panjang Jiwo, Lidah Wetan, Dharmahusada, Ahmad Yani, hingga kawasan Ngagel.
Sementara pada malam hari, pembasahan diarahkan ke taman-taman pasif di sepanjang jalur protokol. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu menjaga kondisi tanaman sekaligus mendukung pemeliharaan lingkungan perkotaan.
Rokhim menjelaskan, armada yang bertugas berasal dari pos pemadam kebakaran terdekat. Pola tersebut memungkinkan petugas menyesuaikan penanganan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Meski demikian, pembasahan jalan bukan menjadi prioritas utama DPKP. Rokhim menegaskan, petugas tetap harus mengutamakan penanganan keadaan darurat, terutama ketika terjadi kebakaran.
“Prioritas utama kami tetap penanganan kebakaran. Setelah tugas pemadaman selesai dan armada kembali mengisi air, petugas dapat melanjutkan pembasahan sesuai pembagian lokasi dan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)
