24 October 2026

Get In Touch

Cegah Kebakaran Berulang di TPA Supit Urang, DLH Siapkan Ecoplast

Ilustrasi: Hari kedua penanganan kebakaran gunungan sampah di area old landfil Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Hari kedua penanganan kebakaran gunungan sampah di area old landfil Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran berulang di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Upaya tersebut meliputi pemasangan ecoplast untuk menghambat bara api di dalam gunungan sampah.

"Kalau pembuatan sekat-sekat itu masuk dalam penanganan jangka panjang, nanti dilakukan setelah pemadaman benar-benar selesai. Kalau dalam waktu dekat, kemungkinan kami akan lakukan pemasangan ecoplast," ujar Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, pemasangan ecoplast diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api di bagian dalam gunungan sampah. Pasalnya, dalam penanganan kebakaran kali ini, Raymond menyebut petugas di lapangan masih menemukan bara api atau titik panas di bagian dalam timbunan sampah, meskipun permukaannya telah padam maupun dilakukan pembasahan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman, lantaran bara api yang tersisa di bagian dalam berpotensi memicu kebakaran kembali.

Terlebih, berkaca pada pengalaman penanganan kebakaran TPA Supit Urang pada 2019, lanjut Raymodn, proses pemadaman saat itu membutuhkan waktu hingga sekitar 1 bulan. Pengalaman ini menjadi salah satu pertimbangannya untuk menyiapkan langkah mitigasi berupa pengadaan ecoplast.

Melalui pemasangan ecoplast, Raymond berharap pasokan oksigen ke bagian dalam timbunan sampah dapat dibatasi. Setelah material tersebut terpasang, gunungan sampah akan kembali ditutup dengan tanah ataupun pasir batu (sirtu) sehingga bara api yang masih tersisa diharapkan dapat padam akibat minimnya oksigen.

"Kalau sudah ada ecoplast, nanti kami tutup tanah dan sampah lagi. Itu tidak ada lagi udara yang masuk ke bawah, sehingga kalau mungkin ada bara yang hidup itu akan mati karena tidak ada oksigen yang masuk ke dalam," terangnya.

Dari sisi alokasi anggaran, Raymond menegaskan, pengadaan ecoplast telah diusulkan melalui anggaran bantuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka pengolahan sampah. Usai resmi dilantik sebagai definitif Kepala DLH Kota Malang pada Jumat (23/10), Raymond berharap pemasangan material tersebut dapat segera dilakukan di bulan depan.

Di sisi lain, kebakaran di TPA Supit Urang terus menjadi perhatian. Raymond menyebut, pada hari pertama kebakaran, Rabu (21/10/2026), luas area yang terbakar diperkirakan mendekati 8 hektare.

Pada hari kedua, Kamis (22/10/2026), api merambat ke sisi selatan yang merupakan area old landfill, yakni gunungan sampah lama yang telah ditumbuhi rumput. Perambatan tersebut membuat luas area terdampak meningkat hingga mendekati 9 hektare.

"Di hari kedua merambat di sisi selatan yang merupakan gunungan sampah yang lama yang sudah tumbuh rumput atau kami sebutnya old landfill. Itu kurang lebih menjadi hampir sembilan hektare," ungkapnya.

Memasuki hari ketiga, Jumat (23/10/2026), tim penanganan melakukan upaya pengendalian agar api tidak semakin meluas. Salah satunya dengan membuat lubang sebagai pembatas perambatan api, disertai peningkatan intensitas pembasahan pada area terdampak.

Langkah tersebut diharapkan dapat menahan penjalaran api, terutama ke area lain di sekitar gunungan sampah. Pembasahan juga terus dilakukan untuk membantu proses pemadaman.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.