08 October 2026

Get In Touch

Akibat Kabut Asap, Tercatat 10.336 Kasus ISPA di Palangka Raya

Kepala Dinkes Palangka Raya, Riduan, laporkan terjadi 10.336 kasus ISPA selama kabut asap
Kepala Dinkes Palangka Raya, Riduan, laporkan terjadi 10.336 kasus ISPA selama kabut asap

PALANGKA RAYA (Lentera) -Kondisi kabut asap yang belum mereda di wilayah Kota Palangka Raya berdampak pada kesehatan warga setempat.

Dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Riduan, tercatat 10.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi sepanjang Juni hingga awal Oktober 2026.

"Angka kasus ISPA terus meningkat seiring memburuknya kualitas dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," papar Riduan, Rabu (7/10/2026).

Ia menjelaskan, pada Juni 2026 tercatat 1.849 kasus, meningkat menjadi 2.293 kasus pada Juli, dan melonjak tajam menjadi 3.104 kasus pada Agustus.

Sementara itu, pada September tercatat 2.900 kasus, dan pada awal Oktober tercatat 190 kasus.

"Jadi total ada 10.336 kasus, jika diambil rata-rata terdapat sekitar 2.067 kasus setiap bulan atau sekitar 69 kasus setiap hari," jelasnya.

Ia menambahkan, ISPA perlu diwaspadai karena menyerang pada hampir seluruh kelompok umur, tidak hanya pada kelompok umur tertentu, dengan proporsi 30-35 persen di setiap kelompok usia.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, Pemkot Palangka Raya telah menyiapkan 47 Rumah Oksigen, yang tersebar di sejumlah Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Sudah ada 47 rumah oksigen di Palangka Raya dan sebagian beroperasi 24 jam, dan jika kualitas udara terus memburuk, maka akan diperluas," tuturnya.

Selain fasilitas kesehatan, Riduan mengatakan pihak Dinkes juga terus menyalurkan masker kepada masyarakat, organisasi kemasyarakatan, sekolah, universitas, hingga perkantoran.

Tidak hanya itu, Dinkes juga menyediakan vitamin untuk mendukung daya tahan tubuh warga. Stok obat-obatan juga dipastikan aman dengan cadangan hingga 18 bulan, termasuk obat ISPA dan vitamin yang didukung Belanja Tidak Terduga (BTT) Karhutla.

"Hingga saat ini belum ada laporan kematian maupun rawat inap yang dikaitkan langsung dengan kabut asap, namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang memiliki penyakit penyerta seperti asma," pungkasnya.

Reporter: Novita|Editor: Arifin B H

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.