07 October 2026

Get In Touch

Musyawarah Ranting PDI-P Surabaya, Armuji Ingatkan Kader Tak Boleh Cari Keuntungan Pribadi

Ketua DPC PDI Perjuangan Armuji saat membuka musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kota Surabaya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Armuji saat membuka musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kota Surabaya.

SURABAYA (Lentera)- Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang juga Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya, Armuji, saat membuka Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kota Surabaya menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada kader maupun pengurus partai yang memanfaatkan program untuk masyarakat demi kepentingan pribadi.

Praktik yang menjadi perhatian tersebut antara lain percaloan, pungutan liar (pungli), permainan proyek, penyalahgunaan program bantuan, hingga meminta imbalan dengan menjanjikan pekerjaan atau rekrutmen tenaga kerja.

Armuji mengatakan, kader partai seharusnya menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah maupun lembaga legislatif, bukan justru mengambil keuntungan dari kebutuhan warga.

"Kalau sampai ketahuan menarik uang, bermain proyek, menjanjikan orang masuk outsourcing lalu meminta imbalan, dan itu terbukti setelah diverifikasi, maka kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan," kata Armuji, dikutip Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, berbagai program yang diperjuangkan partai harus benar-benar dirasakan masyarakat. Untuk itu, kader diminta turun langsung ke lapangan untuk mengetahui persoalan warga sekaligus memastikan aspirasi tersebut dapat diperjuangkan melalui jalur legislatif maupun eksekutif.

"Kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, melihat ke bawah, karena masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kita. Kita harus turun dan membantu," ujarnya.

Armuji menilai ketegasan terhadap kader yang menyalahgunakan posisi diperlukan untuk menjaga marwah partai. Ia juga meminta kasus-kasus yang pernah terjadi menjadi pembelajaran agar praktik serupa tidak kembali terulang.

Selain persoalan integritas kader, Armuji mengingatkan pentingnya soliditas struktur partai. Menurutnya, kekuatan PDI Perjuangan tidak hanya berada pada pengurus di tingkat kota, tetapi juga pada struktur hingga tingkat ranting yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia meminta kader tidak mudah terprovokasi maupun terpengaruh upaya adu domba dari pihak luar. Menurutnya, energi kader seharusnya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

"Kalau ada partai-partai baru yang telah mengejek-ngejek PDI, yang telah mengadu domba kita, itu abaikan saja. Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, kita melihat ke bawah," katanya.

Ia juga menyinggung persiapan menghadapi Pemilu 2029. Armuji optimistis PDI Perjuangan dapat kembali meraih kemenangan, tetapi mengingatkan persaingan politik ke depan tidak akan mudah.

Untuk itu, ia meminta pengurus ranting yang menjadi ujung tombak organisasi di tingkat kelurahan membangun kedekatan dengan masyarakat dan bekerja secara konsisten.

"Sebagai ujung tombak partai, ranting harus mampu menarik hati rakyat. Kalau kompak, solid, dan bekerja untuk masyarakat, saya yakin kita bisa memenangkan kembali pertarungan 2029," pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.