BANJARMASIN (Lentera) -Sebagian besar lorong di dalam bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa dalam kondisi tertutup.
Hal tersebut diungkap Kepala Seksi Ops Basarnas Banjarmasin Bramantya Semara.
Ia mengatakan, banyaknya ruang yang tertutup menjadi kendala bagi penyelam untuk mengevakuasi jasad korban yang masih terjebak di dalam bangkai kapal.
"Akses masuk penyelam ke badan kapal sangat terbatas karena tertutup," ujar Bramantya di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Barang Penumpang Berada di Langit-langit
Menurut Bramantya, kapal kini berada dalam posisi terbalik. Akibatnya, semua barang, termasuk milik penumpang, berada di langit-langit.
Keadaan tersebut menyulitkan para penyelam karena jasad korban diperkirakan ada yang berada di dalam kapal.
Penyelam yang mendukung pencarian korban di bawah permukaan laut pun bekerja dengan sangat berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.
Arus gelombang yang kencang membuat kapal masih labil. Penyusuran di sekitar area kapal pun cukup rawan dilakukan.
"Namun, pada prinsipnya kita tetap mengoptimalkan segala upaya yang bisa dilakukan agar bisa menemukan sisa korban," jelas Bramantya, dilansir dari Antara, Rabu (30/9/2026)..
Upaya pencarian juga menyisir perairan Kalimantan Tengah karena banyak korban ditemukan di wilayah tersebut.
Jumlah Korban KM Virgo Transport 8
Hingga Rabu, sebanyak 22 jasad korban KM Virgo Transport 8 ditemukan di perairan Kalimantan Tengah, terutama di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Sukamara.
Dari jumlah itu, 18 jasad telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi.
Empat jasad lainnya masih dibawa petugas melalui jalur darat menuju Banjarmasin.
Basarnas sejauh ini telah mengevakuasi 186 korban dari total 243 penumpang dan kru kapal. Sebanyak 108 orang selamat dan 78 orang meninggal dunia.
Sementara itu, 57 korban lainnya masih dalam pencarian hingga hari ke-18 operasi SAR (*)
Editor: Arifin BH




.jpg)
