Tiga Spot Wisata Harga Terjangkau di Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu, Dari Coban Rais hingga Rest Area Jalibar
BATU (Lentera) -Desa Wisata Oro-Oro Ombo di Kota Batu, Jawa Timur, menawarkan spot wisata dengan harga terjangkau bagi para pelancong. Berada di kawasan kaki lereng Gunung Panderman yang berudara dingin, desa ini memiliki wisata alam air terjun, kolam renang berasal dari sumber mata air, hingga wisata kuliner di dalam satu kawasan.
Desa yang terdiri dari Dusun Krajan, Dusun Dresel, dan Dusun Gondorejo ini pernah menjadi salah satu dari 10 desa termaju di Indonesia. Roda perekonomian masyarakatnya ditopang kuat oleh sektor pariwisata, peternakan, dan pertanian. Pada tahun 2021, Oro-Oro Ombo meraih peringkat pertama dalam penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) nasional, dan menempati peringkat ke-4 dengan skor 0,9981 poin pada tahun 2022.
Potensi wisata ini didukung oleh fasilitas akomodasi yang memadai. Warga di Dusun Krajan dan Gondorejo juga rata-rata memiliki tempat usaha penginapan. Tercatat ada sekitar 211 vila, homestay, hingga kos-kosan di wilayah tersebut. Desa ini menyajikan beberapa tempat wisata yang menarik, mulai dari wisata alam hingga tempat nongkrong santai.
1. Wisata Alam Air Terjun Coban Rais
Wisatawan dapat memulai perjalanannya dengan mengunjungi Coban Rais. Destinasi wisata air terjun ini buka setiap hari. Akses kendaraan dari jalan raya menuju lokasi loket mudah dijangkau hingga oleh bus besar, serta memiliki papan petunjuk arah yang cukup jelas.
Biaya masuknya relatif ekonomis. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk Rp12.500 setiap orang, ditambah biaya parkir Rp5.000 motor, Rp10.000 mobil, Rp20.000 ELF, atau Rp50.000 bus. Destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 08.00.
Dari area parkir, pengunjung harus berjalan kaki atau trekking menuju titik air terjun sejauh kurang lebih 2,5 hingga 3 kilometer dengan waktu tempuh 40 hingga 60 menit. Jalur yang dilalui relatif landai berupa tanah padat, meski terdapat beberapa titik berbatu dan licin, terutama di pagi hari atau musim hujan.
Air terjun Coban Rais menjulang tinggi lurus dengan arus yang tidak terlalu besar dan dikelilingi tebing hijau. Karena tidak ada penjual makanan atau sinyal seluler di area utama air terjun, wisatawan diimbau membawa bekal air minum dan makanan sendiri, serta memakai sepatu atau sandal gunung demi keamanan.
Pengunjung juga disarankan membawa jas hujan, dan diwajibkan turun kembali dari area air terjun sebelum pukul 17.00 WIB.
2. Kampoeng Wisata De Berran
Setelah lelah berjalan kaki dari Coban Rais, wisatawan dapat menyegarkan diri dengan berenang di Kampoeng Wisata De Berran. Lokasi wisata ini berada di dekat area perkampungan penduduk. Destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan harga tiket masuknya hanya Rp10.000 setiap orang.
De Berran menawarkan tiga kolam renang dengan air yang sangat segar dan jernih karena berasal langsung dari sumber mata air alami. Fasilitas kolam yakni untuk dewasa dengan kedalaman sekitar 150 sentimeter yang cocok untuk menyelam dan kolam dangkal untuk anak-anak.
Di lokasi ini juga terdapat sejumlah warung yang menjual makanan ringan, toilet, gazebo, mushola, serta penyewaan ban. Disarankan untuk berjalan di area sekitar kolam renang menggunakan sendal supaya kaki tetap aman.
3. Rest Area Jalibar
Menjelang sore, wisatawan bisa menutup perjalanan dengan bersantai dan wisata kuliner di Rest Area Jalibar (Jalur Lintas Barat) Oro-Oro Ombo. Sejak tahun 2018, Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo telah membangun rest area ini secara bertahap dan kini memiliki sekitar 30 kios warung.
Tempat ini menjadi lokasi favorit warga dan wisatawan untuk menikmati udara dingin pegunungan sekaligus melihat pemandangan lampu kota atau citylight Kota Batu dari ketinggian saat malam hari.
Berbagai menu makanan dan minuman dijual dengan harga terjangkau tersedia, seperti soto, nasi goreng, mie nyemek, rujak, ketan bubuk, pisang goreng, hingga aneka kopi.
Lebih lanjut, pesatnya perkembangan desa wisata ini tidak terlepas dari campur tangan Pemerintah Kota Batu. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, pada Kamis (24/9/2026), mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pariwisata di Oro-Oro Ombo.
Onny menjelaskan ada beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh Disparta Kota Batu untuk mendukung ekosistem wisata di kawasan tersebut.
"Kami melakukan peningkatan kualitas pelayanan melalui pelatihan pengelolaan homestay. Selain itu, kami juga mendorong legalitas dan kepastian usaha masyarakat melalui kepengurusan OSS (Online Single Submission)," ujar Onny pada Kamis (24/9/2026).
Lebih lanjut, Onny menekankan pentingnya aspek kesehatan lingkungan di area wisata alam dan perkampungan agar pengunjung merasa aman dan nyaman.
"Destinasi wisata yang berdaya saing tinggi wajib menerapkan standar kesehatan dan lingkungan yang prima. Melalui pelatihan sanitasi dan higienitas desa wisata, kami berupaya mewujudkan hal tersebut," jelasnya.
Untuk memudahkan mobilitas dan informasi wisatawan, Disparta juga berfokus pada perbaikan sarana fisik dan visual di area desa.
"Kami melakukan penguatan identitas destinasi melalui dukungan sarana papan nama. Penyediaan sarana papan nama atau signage yang representatif dan informatif menjadi penanda penting visualisasi desa wisata," pungkas Onny.
Reporter/ Penulis: Tim Redaksi Lentera





.jpg)
