24 September 2026

Get In Touch

Kekeringan di Malang Meluas di 12 Desa, Total Distribusi Air Bersih Capai 2,65 Juta Liter

Distribusi air bersih di salah satu wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Malang. (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)
Distribusi air bersih di salah satu wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Malang. (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)

MALANG (Lentera) - Kekeringan di Kabupaten Malang terus meluas. Hingga Rabu (23/9/2026), kondisi tersebut telah melanda 12 desa di 6 kecamatan, dengan total distribusi air bersih oleh BPBD Kabupaten Malang mencapai 2,65 juta liter sejak 8 Agustus 2026.

"Secara kumulatif, total distribusi air bersih BPBD Kabupaten Malang sejak 8 Agustus hingga 23 September 2026 mencapai 2.653.000 liter," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (24/9/2026).

Ia menyebutkan air bersih disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Desa Sumberagung dan Puskesmas Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan, Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo, Desa Putukrejo dan Arjosari di Kecamatan Kalipare, serta Desa Sumberejo di Kecamatan Pagak.

"Pendistribusian air bersih terus dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan kebutuhan dari tim di lapangan. Dalam satu hari, pada 23 September 2026, tim di lapangan sudah mendistribusikan sebanyak 104.600 liter air bersih. Menggunakan enam armada dengan total 20 rit," kata Purwoto.

Selama pelaksanaan sejak awal Agustus, penyaluran air bersih dengan jumlah tertinggi tercatat di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dengan total 1.045.000 liter. Air bersih tersebut disalurkan ke Desa Sumberagung sebanyak 370.000 liter, Desa Sitiarjo 235.000 liter, Puskesmas Sitiarjo 185.000 liter, dan Desa Kedungbanteng sebanyak 255.000 liter.

Selanjutnya, Kecamatan Gedangan menerima 405.000 liter untuk Desa Tumpakrejo. Di Kecamatan Sumberpucung, distribusi air bersih ke Desa Karangkates mencapai 736.300 liter.

Sementara itu, BPBD telah menyalurkan 247.200 liter air bersih ke Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo.

Di Kecamatan Kalipare, distribusi dilakukan ke Desa Kalirejo sebanyak 53.700 liter, Desa Sumberpetung 25.000 liter, Desa Putukrejo 15.000 liter, dan Desa Arjosari 5.000 liter.

Adapun di Kecamatan Pagak, air bersih disalurkan ke Desa Sumberejo sebanyak 100.000 liter dan Desa Pagak sebanyak 20.800 liter.

Purwoto mengatakan, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. BPBD juga terus melakukan pemantauan kondisi di berbagai wilayah untuk mengetahui kebutuhan penanganan di lapangan.

Menurutnya, tim yang bertugas di lapangan dibagi menjadi 2 shift sehingga tetap siaga selama 24 jam. Pemantauan dilakukan di 33 kecamatan melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari radio komunikasi repeater VHF/UHF, internet, SMS, WhatsApp, hingga call center BPBD.

"Setiap hari, tim di lapangan yang sudah terbagi menjadi dua shift sehingga selalu siaga 24 jam, selalu melaksanakan kegiatan monitoring di 33 kecamatan," kata Purwoto.

Dalam penanganan kekeringan tersebut, BPBD Kabupaten Malang juga melibatkan sejumlah pihak. Di antaranya PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, AMCF, perangkat desa setempat, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo, dan Marva Telekomunikasi.

Purwoto menyebut keterlibatan berbagai pihak diperlukan karena penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan BPBD seorang diri. "Alhamdulillah karena kami tentu tidak bisa melakukan upaya penanganan sendiri, kami dibantu dan melibatkan sejumlah pihak dalam penanganan di lapangan," pungkasnya. (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.