19 September 2026

Get In Touch

Raker IKA FH Unair Tetapkan Lima Program Guna Perkuat Kontribusi Alumni

Foto bersama dalam Raker IKA Unair Komisariat Fakultas Hukum (FH) di Plasa Airlangga, Surabaya, Sabtu (19/9/2026).
Foto bersama dalam Raker IKA Unair Komisariat Fakultas Hukum (FH) di Plasa Airlangga, Surabaya, Sabtu (19/9/2026).

SURABAYA (Lentera) – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Komisariat Fakultas Hukum (FH) menetapkan lima program utama untuk memperkuat kontribusi alumni selama satu tahun ke depan. Kelima program itu disepakati dalam rapat kerja (raker) IKA FH Unair di Plasa Airlangga, Surabaya, Sabtu (19/9/2026).

Raker perdana setelah kepengurusan dilantik tersebut mengusung tema “Dengan Rapat Kerja Kita Tingkatkan Sinergi Alumni untuk Memperkokoh Kiprah IKA FH Unair di Masyarakat.”

Kelima program itu mencakup job fair, mentoring calon ASN, jalan sehat dan fun run, konser tahunan, serta bedah buku.

Ketua IKA Unair Komisariat FH, Syaiful Ma'arif, mengatakan program kerja yang disusun tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal alumni. Organisasi ingin memastikan keberadaannya memberi manfaat bagi almamater, mahasiswa, alumni, dan masyarakat.

“Pada prinsipnya raker ini yang utama seperti yang disampaikan dalam acara Rakerkom kemarin, bahwa kehadiran IKA itu harus bermanfaat buat almamater tercinta, bermanfaat buat mahasiswa, bermanfaat buat masyarakat, dan tentu juga bermanfaat buat alumni sendiri,” ujar Syaiful.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah job fair. Program ini diproyeksikan menjadi jembatan bagi mahasiswa dan alumni untuk memperoleh informasi serta akses terhadap peluang kerja.

Selain itu, IKA FH Unair menyiapkan mentoring bagi alumni yang ingin mengikuti seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN). Program tersebut diharapkan dapat memberikan pendampingan bagi alumni dalam mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen.

Agenda lainnya berupa jalan sehat dan fun run yang diarahkan sebagai kegiatan kebersamaan alumni. Sementara konser tahunan dan bedah buku disiapkan untuk memperkuat interaksi sekaligus menjaga keterikatan alumni dengan almamater.

Di luar lima program utama tersebut, IKA FH Unair juga memperluas jejaring dengan sejumlah lembaga profesi hukum. Kerja sama dibangun dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Jawa Timur, Ikatan Notaris Indonesia (INI), serta DPC Peradi Suara Advokat Indonesia.

Kerja sama tersebut antara lain membuka peluang magang bagi mahasiswa FH Unair di lingkungan kejaksaan, peradilan, kenotariatan maupun profesi advokat.

“Yang kedua, dengan IKAHI (Ikatan Hakim Jawa Timur). Ini kaitannya dengan mahasiswa-mahasiswa magang di seluruh lingkungan peradilan Jawa Timur,” kata Syaiful.

Menurut dia, penguatan jejaring juga harus diikuti kepedulian terhadap masyarakat. Alumni diharapkan dapat terlibat dalam kegiatan sosial maupun aksi kemanusiaan ketika dibutuhkan.

“Kalau misalnya alumni nanti mengadakan kerja bakti, ya harus bantuan untuk kemanusiaan seperti gempa, nah itu bermanfaat buat masyarakat, alumni hadir di situ,” ujarnya.

Syaiful menegaskan IKA FH Unair tidak ingin sekadar menjadi wadah berkumpulnya lulusan. Organisasi alumni harus memiliki kontribusi terhadap penguatan almamater dan mendukung berbagai agenda Universitas Airlangga.

“Pengurus IKA Komisariat itu bukan hanya menerima alumni saja, tapi berkontribusi, itu yang utama,” tegasnya.

Tata Kelola dan Kolaborasi
Sementara, Sekretaris Jenderal PP IKA Unair periode 2025-2030, Indra Nur Fauzi, menilai raker merupakan bagian penting dalam membangun organisasi alumni dengan tata kelola yang jelas.

Menurut Indra, organisasi membutuhkan landasan hukum, kepengurusan, program kerja yang ditetapkan melalui rapat, hingga pelaksanaan program.

“Raker ini menjadi sesuatu pembuktian bahwa organisasi Komisariat Fakultas Hukum ini membangun tidak hanya buat kegiatan, tetapi juga tata kelola organisasi yang sehat,” katanya.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi lintas komisariat dan fakultas. Sebab, persoalan di masyarakat memiliki dimensi yang beragam dan tidak dapat diselesaikan hanya dari satu perspektif keilmuan.

“IKA tidak hidup di ruang hampa. IKA hidup di masyarakat dan persoalan masyarakat itu beragam, tidak hanya masalah-masalah hukum, tapi banyak persoalan masyarakat juga mempunyai konsekuensi hukum yang harus diselesaikan,” ujar Indra.

Menurutnya, jejaring alumni FH Unair yang telah tersebar di berbagai bidang, termasuk institusi nasional dan dunia diplomasi, dapat menjadi modal untuk memperluas kontribusi organisasi.

Namun, ia menekankan bahwa kiprah alumni tidak hanya berkaitan dengan posisi yang ditempati, tetapi juga dampak yang diberikan kepada masyarakat.

“Tidak hanya posisinya, tapi peran-peran implikasinya itu kepada masyarakat menjadi lebih luas,” tuturnya.

Dengan lima program utama dan penguatan jejaring profesi, IKA FH Unair menjadikan raker sebagai pijakan awal untuk memperluas peran alumni. Agenda tersebut diarahkan agar hubungan antara alumni, mahasiswa, almamater, dunia profesional, dan masyarakat semakin terhubung. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.