31 August 2026

Get In Touch

Emil Dardak Jadi Calon Tunggal Ketua DPD Demokrat Jatim

Foto Bersama Pembukaan Musda ke-7 DPD Demokrat Jatim di Surabaya
Foto Bersama Pembukaan Musda ke-7 DPD Demokrat Jatim di Surabaya

SURABAYA (Lentera) – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 melalui Musdalub di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Sabtu (29/08/2026). 

Dalam Musda tersebut, Emil Elestianto Dardak menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Herman menyebut Emil mendapat dukungan dari para pemilik suara.

“Calonnya calon tunggal. Hanya ada Mas Emil yang diusung oleh para pemilik suara,” kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron.

Pemilik hak suara dalam Musda terdiri atas para ketua DPC, gabungan organisasi sayap (orsap), serta DPP Partai Demokrat.

Herman menegaskan DPP Demokrat tidak menggunakan diskresi ketua umum dalam proses Musda. Menurutnya, partai memberikan ruang demokrasi bagi kader di tingkat daerah.

“Sampai hari ini pelaksanaan Musda ke-18 kami tidak menggunakan diskresinya ketua umum. Kami memberikan ruang yang cukup lebar untuk berdemokrasi di tingkat daerah,” jelasnya.

Dengan hanya satu kandidat, Herman memperkirakan proses Musda Demokrat Jatim dapat berlangsung lebih cepat. Setelah kepemimpinan DPD terbentuk, konsolidasi akan dilanjutkan hingga tingkat DPC.

Herman juga menegaskan posisi Jawa Timur sangat strategis bagi Demokrat karena menjadi provinsi dengan jumlah pemilih Demokrat terbesar kedua setelah Jawa Barat. Ia menyebut Demokrat pernah meraih 27 kursi DPR RI dan 22 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur.

“Ini adalah sebuah prestasi yang apakah bisa kita capai ke depan sangat tergantung terhadap konsolidasi organisasi, baik yang hari ini dilaksanakan di tingkat DPD maupun ke depannya untuk pelaksanaan musyawarah cabang di tingkat kabupaten/kota,” katanya.

Dia  mengungkapkan Musda tidak sekadar menjadi agenda administratif maupun seremonial, tetapi harus menjadi momentum kebangkitan partai di Jawa Timur.

“Musda ini jangan hanya dijadikan momentum administrasi, momentum seremonial, dan hanya fokus untuk memilih seseorang. Tetapi justru kita ingin ini dijadikan momentum untuk bangkit kembali,” ungkap Herman. (*)

 

Reporter: Pradhita

Editor :  Lutfiyu Handi 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.