27 August 2026

Get In Touch

Antisipasi Genangan, Pemkot Surabaya Targetkan Proyek Drainase Rampung November

Pengerjaan proyek drainase di Kota Surabaya.
Pengerjaan proyek drainase di Kota Surabaya.

SURABAYA (Lentera)— Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat pembangunan dan peningkatan sistem drainase di sejumlah wilayah, untuk mengantisipasi potensi genangan saat musim hujan.

Lebih dari 100 titik saluran air tengah dikerjakan, termasuk pembangunan rumah pompa dan pemasangan box culvert.

Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Pemkot Surabaya menargetkan seluruh proyek tersebut dapat rampung paling lambat November 2026. Namun, sejumlah pekerjaan saluran air diupayakan selesai lebih cepat, yakni pada Oktober.

Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita mengatakan percepatan dilakukan agar infrastruktur drainase sudah siap sebelum intensitas hujan meningkat.

“Saluran kita usahakan Oktober selesai sehingga kita juga siap untuk menghadapi musim penghujan. Selain pemasangan box culvert, kita juga ada pembangunan rumah pompa yang targetnya Oktober hingga November sudah rampung semua,” ujar Adi, dikutip Kamis (27/8/2026).

Menurut Adi, pembangunan infrastruktur penanganan banjir dilakukan secara masif dan tersebar di berbagai kawasan Kota Pahlawan, mulai wilayah Surabaya selatan, timur, hingga barat.

Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan saluran, pemasangan box culvert, serta pembangunan rumah pompa. Infrastruktur itu diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarsaluran sehingga aliran air dapat mengalir lebih optimal.

Adi menjelaskan, peningkatan sistem drainase juga berkaitan dengan upaya memperbesar kapasitas tampungan atau storage air hujan. Langkah tersebut diperlukan untuk menghadapi kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi akibat anomali iklim.

“Sebelum air masuk ke laut, ada storage untuk menampung air terlebih dahulu agar tidak membanjiri wilayah permukiman. Kami tingkatkan kapasitasnya supaya saat hujan deras turun, aliran air sudah terarah,” jelasnya.

Pemkot Surabaya juga meminta masyarakat memahami adanya dampak sementara selama pengerjaan proyek, terutama di lokasi yang membutuhkan penggalian badan jalan. Aktivitas proyek di sejumlah titik dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas maupun kenyamanan warga.

Adi mengatakan, Pemkot menyadari pembangunan tersebut dapat menimbulkan keluhan dari masyarakat. Namun, pekerjaan dilakukan untuk membangun sistem drainase yang lebih terintegrasi dalam jangka panjang.

“Proyek saluran ini memang mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Namun, tujuan akhirnya kembali lagi untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, Pemkot Surabaya berupaya menghubungkan konektivitas antarsaluran agar sistem drainase menyambung secara optimal untuk mengurangi titik banjir atau genangan,” pungkas Adi.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.