26 August 2026

Get In Touch

3.160 Mahasiswa Baru Untag Surabaya Dibekali Wawasan Kebangsaan

Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya (YPTA Surabaya), J. Subekti, S.H., M.M saat memberikan materi wawasan kebangsaan kepada mahasiswa baru Untag
Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya (YPTA Surabaya), J. Subekti, S.H., M.M saat memberikan materi wawasan kebangsaan kepada mahasiswa baru Untag

SURABAYA (Lentera) -Sebanyak 3.160 mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mendapat pembekalan wawasan kebangsaan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.

Materi tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, berjiwa nasionalis, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

PKKMB 2026 Untag Surabaya mengusung tema “Empowering Global Generation” dan resmi dimulai pada Selasa (25/8/2026). Kegiatan berlangsung di Pelataran Gedung Fakultas Kedokteran Untag Surabaya.

Materi Wawasan Kebangsaan disampaikan Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya (YPTA Surabaya), J. Subekti, S.H., M.M. Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Subekti menekankan nasionalisme dan patriotisme bukan sekadar ditunjukkan melalui simbol atau seremoni kebangsaan, melainkan harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kecintaan terhadap bangsa dan negara perlu menjadi bagian dari karakter generasi muda. Mahasiswa sebagai kelompok terdidik memiliki posisi strategis untuk menjaga nilai kebangsaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

“Nasionalisme dan patriotisme adalah kesadaran untuk tetap mencintai bangsa Indonesia di segala situasi dan kondisi. Sebagai generasi muda, kita wajib menerapkan nilai-nilai tersebut di kehidupan sehari-hari,” kata Subekti.

Ia menjelaskan, semangat mengisi kemerdekaan tidak berakhir setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Tantangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Karena itu, perjuangan generasi muda dapat diwujudkan melalui pendidikan, peningkatan kompetensi, pembentukan karakter, serta kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

“Tugas kalian sekarang adalah melanjutkan perjuangan kemerdekaan para pahlawan dengan cara menjalankan pendidikan sebaik-baiknya, berakhlak mulia, dan berdampak baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Komitmen terhadap nilai nasionalisme dan patriotisme juga menjadi bagian dari kehidupan akademik di Untag Surabaya. Nilai tersebut tidak hanya diperkenalkan dalam kegiatan PKKMB, tetapi diintegrasikan dalam proses pendidikan melalui mata kuliah wajib patriotisme bagi mahasiswa.

Semangat kebangsaan juga dibangun melalui kebiasaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama setiap pukul 10.00. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu bentuk pembudayaan nilai nasionalisme di lingkungan kampus.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru diharapkan memahami bahwa status sebagai mahasiswa membawa tanggung jawab sosial. Pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk individu yang mampu menggunakan pengetahuan dan keahliannya untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Terlebih, tema “Empowering Global Generation” menempatkan mahasiswa sebagai generasi yang dipersiapkan menghadapi lingkungan global. Kemampuan bersaing di tingkat internasional dinilai perlu berjalan beriringan dengan karakter, identitas kebangsaan, dan kepedulian terhadap Indonesia.

Salah satu mahasiswa baru Program Studi Administrasi Negara asal Papua Tengah, Kristianus Pigai, mengaku mendapatkan perspektif baru dari materi Wawasan Kebangsaan tersebut. Ia menilai materi tersebut membantu mahasiswa memahami tanggung jawab yang melekat pada dirinya sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

“Materinya sangat menarik karena saya jadi lebih memahami cita-cita Untag Surabaya terhadap pendidikan di Indonesia dan pentingnya berjiwa patriotisme. Sebagai mahasiswa baru, saya ingin membawa semangat itu dalam belajar dan nantinya ikut memberikan kontribusi untuk Indonesia,” ungkap Kristianus.

Melalui PKKMB 2026, Untag Surabaya tidak hanya mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan akademik, sistem pembelajaran, dan kehidupan kampus. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang awal untuk membangun karakter mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang kompeten, berintegritas, memiliki wawasan global, sekaligus tetap berpegang pada nilai kebangsaan.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.