13 August 2026

Get In Touch

Harga Telur Anjlok, Peternak Yogyakarta Bagikan 1.200 Ayam di Malioboro

Warga sekitar Malioboro saat antre pembagian ayam, pembagian ayam sebagai bentuk protes karena harga pakan mahal, Senin (10/8/2026) -Kompas
Warga sekitar Malioboro saat antre pembagian ayam, pembagian ayam sebagai bentuk protes karena harga pakan mahal, Senin (10/8/2026) -Kompas

YOGYAKARTA (Lentera) -Peternak ayam petelur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membagikan 1.200 ayam ke warga yang melintas di Jalan Malioboro.

Peternak juga melaksanakan audiensi dengan anggota DPRD DIY dan membagikan ayam ke Setwan DPRD DIY, serta stakeholder lainnya.

Salah satu perwakilan peternak ayam, Andry Patra mengatakan, kedatangannya bersama rombongan ke DPRD DIY untuk menyampaikan berbagai tuntutan.

Yakni meminta harga pakan lebih terjangkau, menuntut penyesuaian harga telur yang saat ini anjlok di bawah Rp 20.000, dan meminta tata niaga bahan baku.

“Jadi bahan baku hari ini cukup tinggi, dari pabrik juga menaikkan harga terus setiap minggunya,” ujarnya, ditemui di DPRD DIY, Senin (10/8/2026).

Tuntutan keempat, lanjut Andry, adalah menjamin ketersediaan jagung. \Pihaknya berharap harga jagung sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.

“Kemudian yang kelima adalah memperkuat kelembagaan dan perhatian terhadap sektor peternakan,” ujar dia, mengutip Kompas.

Ingin Warga Tahu Peternak Sedang Sedih

Andry menyebut jumlah ayam petelur saat ini terlalu tinggi. Hal ini disebabkan impor Grand Parent (GP) atau indukan ayam yang tinggi.

Sehingga pihaknya membagikan ayam kepada warga. Ia juga ingin masyarakat tahu bahwa peternak sedang mengeluh karena mengalami kerugian.

"Ini ayam dibagikan ke masyarakat sekitar ya. Siapa pun boleh ambil. Ini cuma bentuk simbolis aja 1.200, tidak ada artinya sebenarnya. Kami membagikan supaya masyarakat yang lain tahu bahwa peternak ini hari ini sedang mengeluh, sedang sedih, mengalami kerugian cukup besar, gitu,” ungkapnya.

Andry menyampaikan, kawasan Malioboro dipilih karena Malioboro adalah pusat perhatian wisatawan maupun masyarakat Yogyakarta. 

“Kenapa dipilih di kawasan Malioboro, adalah ini titik orang yang menjadi pusat perhatian orang, dan di sini juga ada gedung perwakilan rakyat, jadi kami sepakat untuk difokuskan di sini untuk dibagikan,” ujar dia.

Ngatmi, warga yang menerima ayam mengatakan, dirinya mendapatkan informasi adanya pembagian ayam dari warga sekitar.

 “Peternaknya mungkin yang enggak mau lagi. Ya kan merasa rugi, kalau beli pakannya aja sudah mahal,” kata dia (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.