29 July 2026

Get In Touch

Politisi Gerindra DPRD Jatim Terima Curhatan Guru TK Soal Menu MBG

Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso
Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso

SURABAYA (Lentera) –Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso, mendorong penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyesuaikan menu berdasarkan kelompok usia penerima manfaat.

Usulan itu disampaikannya setelah menerima aspirasi guru taman kanak-kanak (TK) yang menilai menu MBG belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.

Hal itu disampaikan Cahyo saat menggelar reses di Jalan Pucangan IX No. 14, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Selasa (28/7/2026). Dalam dialog yang ada, perwakilan guru TK mengeluhkan anak didiknya pernah menerima menu ikan mujair yang masih memiliki banyak duri sehingga menyulitkan mereka saat mengonsumsinya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Cahyo mengatakan Program MBG merupakan kebijakan yang sangat baik sebagai investasi bagi masa depan anak-anak. Namun, menurutnya, pelaksanaan program tersebut tetap perlu dievaluasi agar manfaatnya semakin optimal.

“Hari ini kami mendengar banyak masukan dan aspirasi dari masyarakat, yang salah satunya memandang bahwa program MBG ini adalah program yang sangat baik bagi kepentingan investasi masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Ia menilai kualitas menu, pengemasan, hingga ketepatan waktu distribusi MBG sudah berjalan dengan baik. Meski demikian, masih diperlukan penyempurnaan dalam pengaturan porsi dan jenis makanan berdasarkan usia penerima manfaat.

“Menunya sudah bagus, pelaksanaannya dan packaging-nya sudah bagus, serta pelaksanaannya tepat waktu. Namun, perlu ada SOP baru terkait pemilahan antara balita, anak kecil, dan anak dewasa,” katanya.

Menurut Cahyo, berdasarkan ketentuan yang berlaku saat ini, pembagian porsi masih dibedakan secara umum, yakni porsi kecil untuk balita hingga siswa kelas 2 SD dan porsi dewasa untuk siswa kelas 3 SD hingga SMA. Ia menilai pengelompokan tersebut masih perlu dievaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan anak di setiap jenjang usia.

“Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada Badan Gizi Nasional maupun koordinator wilayah di Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur agar menjadi bahan evaluasi. Termasuk juga kepada pihak SPPG yang memberikan pelayanan di wilayah ini,” ungkapnya.

Cahyo berharap evaluasi tersebut dapat semakin menyempurnakan pelaksanaan Program MBG sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima program.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.