MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Terapkan Pendidikan Klasikal dan Keasramaan
KEDIRI (Lentera) - Perasaan gugup sempat menyelimuti pikiran Vinky Syawalia Putri, saat kedatangan pertamanya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri.
Siswi kelas X asal Kelurahan Tosaren itu mengaku, khawatir tidak memiliki teman baru. Namun, kekhawatiran tersebut perlahan sirna, setelah mengikuti rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Awalnya takut tidak punya teman. Tapi setelah mengikuti kegiatan, ternyata teman-temannya ramah dan baik seperti keluarga. Jadi saya senang sekali bisa sekolah di Sekolah Rakyat," ungkap Vinky dalam keterangan, Kamis (16/7/2026).
Kesan positif itu mulai ia rasakan sejak mengikuti Pra-MPLS yang diisi dengan makan siang bersama, school tour, asrama tour, hingga sholat berjamaah.
Memasuki hari pertama MPLS pada Selasa (14/7/2026), aktivitas para siswa dimulai sejak dini hari melalui sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan senam pagi, sarapan bersama, dan pemeriksaan kesehatan.
Tidak hanya merasa nyaman dengan lingkungan sekolah, Vinky juga mengaku, betah tinggal di asrama. Menurutnya, para guru dan pengasuh memberikan pendampingan yang hangat sehingga para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Guru-gurunya sangat baik dan selalu membantu kami, terutama selama MPLS," ujarnya.
Di balik semangatnya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Vinky menyimpan impian besar. Ia bercita-cita menjadi seorang penulis novel. Melalui kesempatan belajar di Sekolah Rakyat, ia berharap, dapat meraih cita-cita tersebut sekaligus mengubah masa depan keluarganya.
"Saya ingin memiliki tujuan hidup yang baik dan suatu saat bisa mengangkat derajat orang tua," katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Nur Zam'ah menjelaskan MPLS dilaksanakan mulai 14 hingga 31 Juli 2026 sebagai proses pengenalan menyeluruh terhadap kehidupan di Sekolah Rakyat, baik di lingkungan sekolah maupun asrama.
"MPLS bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik, mulai dari kebiasaan, tata tertib, budaya sekolah hingga kehidupan di asrama. Harapannya anak-anak dapat beradaptasi dengan baik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran," jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan MPLS mendapat pendampingan dari tim Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 Mojokerto, baik dalam penyediaan tenaga pendidik maupun materi kegiatan.
Pada hari pertama, para siswa mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri melalui Puskesmas Campurejo.
Selanjutnya, pada hari kedua dan ketiga, seluruh peserta akan menjalani analisis diagnostik akademik secara klasikal, untuk memetakan kemampuan awal siswa sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran oleh guru.
Selain itu, materi MPLS juga mencakup pengenalan diri, lingkungan sekolah, kehidupan berasrama, hingga penguatan karakter. Tidak hanya melibatkan pihak internal, pada pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut, Sekolah Rakyat Kota Kediri turut menggandeng berbagai instansi, di antaranya TNI, Polres Kediri Kota, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan sebagai narasumber.
Nur juga mengungkapkan, antusiasme peserta didik terlihat sejak hari pertama, bahkan siswa jenjang sekolah dasar menunjukkan kedisiplinan yang tinggi selama mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
"Anak-anak sangat semangat. Semoga mereka selalu sehat dan gembira, mampu memahami serta menjalankan aturan sekolah maupun asrama dengan baik. Kami berharap karakter positif mereka mulai terbentuk sejak masa MPLS hingga nanti dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Guna mendukung program tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan dan pemantauan, agar operasional Sekolah Rakyat termasuk pelaksanaan MPLS, berjalan dengan lancar.
"Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan pelaksanaan MPLS berjalan baik. Beberapa kebutuhan siswa, seperti perlengkapan dan seragam, saat ini masih dalam proses distribusi secara bertahap. Pemerintah terus memfasilitasi berbagai kebutuhan agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal," ujarnya.
Imam juga berpesan, kepada seluruh peserta didik agar mengikuti setiap rangkaian MPLS dengan sungguh-sungguh sebagai bekal memasuki dunia belajar di Sekolah Rakyat.
"Perhatikan setiap arahan dari guru maupun pengasuh, kemudian laksanakan dengan baik agar nanti saat proses belajar mengajar dimulai, anak-anak dapat mengikuti seluruh kegiatan secara optimal. Kami juga berharap seluruh penyelenggara terus memperkuat komunikasi dan koordinasi sehingga pelaksanaan MPLS berjalan semakin baik," pungkasnya.
Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
