28 June 2026

Get In Touch

Venezuela Tercatat Diguncang 300 Kali Gempa Susulan

Petugas penyelamat melakukan evakuasi di lokasi bangunan yang ambruk akibat gempa bumi di Caracas, Venezuela, Rabu (24/6/2026). (REUTERS)
Petugas penyelamat melakukan evakuasi di lokasi bangunan yang ambruk akibat gempa bumi di Caracas, Venezuela, Rabu (24/6/2026). (REUTERS)

JAKARTA (Lentera) - Otoritas Venezuela mencatat sedikitnya 300 gempa susulan terjadi setelah dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Hingga Sabtu (27/6/2026) bencana itu telah menewaskan sedikitnya 920 orang, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka.

"Sejak pukul 18.03 waktu setempat pada 24 Juni hingga saat ini, kami telah mencatat total 302 peristiwa seismik. Selain dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 tersebut, terdapat 300 peristiwa seismik lainnya yang merupakan gempa susulan," ujar Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah VTV, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Rodriguez, rangkaian gempa susulan tersebut terjadi di sepanjang tiga patahan geologi utama yang melintasi wilayah Venezuela.

Sementara itu, gempa susulan terbaru berkekuatan Magnitudo 4,9 kembali mengguncang Venezuela pada Jumat (26/6/2026) sore waktu setempat. Berdasarkan laporan Reuters, guncangan tersebut dirasakan warga di Caracas dan Maracay.

Hingga kini belum ada laporan mengenai korban baru akibat gempa susulan tersebut.

Sebelumnya, dua gempa besar mengguncang Venezuela hanya dalam selang waktu 39 detik. Fenomena yang oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) disebut sebagai gempa kembar (doublet earthquake) itu menyebabkan kerusakan luas, mulai dari runtuhnya bangunan, rusaknya rumah sakit, hingga lumpuhnya operasional bandara utama negara tersebut.

Data terbaru pemerintah Venezuela menunjukkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia, sementara 3.360 orang mengalami luka-luka.

Selain itu, sebanyak 172 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Lebih dari 50.000 orang juga dilaporkan masih belum diketahui keberadaannya setelah gempa melanda.

Kerusakan infrastruktur pun terus bertambah. Hampir 400 rumah hancur, sejumlah fasilitas umum dan rumah sakit mengalami kerusakan, sementara bandara utama Venezuela masih ditutup karena terdampak gempa. (*)

Editor: Santi/Berbagai sumber

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.