28 June 2026

Get In Touch

Pemkot Malang Siap Tambah 1.000 Meter Taman Baru di Kelurahan Bareng

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang. (Santi/Lentera)
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menambah taman baru di kawasan Jalan Bondowoso, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, sebagai upaya menambah luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matontang, mengatakan konsep taman masih terus dimatangkan karena pembangunan dilakukan secara bersamaan dengan Puskesmas Bareng.

"Kebetulan ini masih hal baru dan bersamaan dengan pembangunan Puskesmas Bareng. Sehingga kami masih harus mematangkan konsepnya, masih perlu dibicarakan lagi. Mudah-mudahan bulan Agustus sudah ada kepastian," ujarnya, dikutip pada Sabtu (27/6/2026).

Menurut Raymond, keberadaan taman baru tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga akan mendukung pelayanan fasilitas kesehatan di Puskesmas Bareng sekaligus menambah luasan RTH Kota Malang.

"Luas lahan yang disiapkan untuk RTH kurang lebih 1.000 meter persegi. Sedangkan untuk pembangunan Puskesmas Bareng sekitar 2.000 meter persegi," katanya.

Ia memastikan seluruh lahan yang akan dimanfaatkan merupakan aset milik Pemkot Malang. Saat ini, lanjut Raymond, Kota Malang memiliki telah sekitar 90 taman, dengan 9 taman aktif yang menjadi prioritas pemeliharaan oleh DLH.

Namun, diakuinya keterbatasan anggaran membuat perbaikan yang dilakukan masih sebatas pemeliharaan rutin.

"Karena memang minim anggaran, kami fokus pada pekerjaan rutin seperti pembersihan dan perbaikan ringan di taman-taman. Untuk renovasi atau perbaikan yang signifikan masih belum direncanakan," jelasnya.

Adapun sejumlah taman aktif yang menjadi prioritas perawatan di antaranya Taman Hutan Kota Malabar, Taman Alun-Alun Merdeka, dan Taman Merjosari. Kerusakan ringan di lokasi tersebut ditangani secara mandiri oleh petugas DLH.

Selain mengandalkan anggaran daerah, DLH juga membuka peluang kolaborasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan.

Setelah dukungan CSR dari Bank Jatim untuk Alun-Alun Merdeka, Ramond menyebut saat ini terdapat rencana bantuan dari Taspen yang masih dalam tahap kajian. Bantuan tersebut dipertimbangkan akan diarahkan ke Taman Trunojoyo atau lokasi lainnya.

"Selain itu, Adiputro juga berpeluang memberikan tambahan dukungan untuk penataan Alun-Alun Merdeka," katanya.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.