26 June 2026

Get In Touch

Terima 1.500 Alumni Baru, Perwakilan IKA Unesa Diana Sasa: Dunia Kerja Tak Cukup Mengandalkan Ijazah dan IPK

Foto Bersama IKA Unesa, Jajaran Rektorat, dan Wisudawan Terbaik
Foto Bersama IKA Unesa, Jajaran Rektorat, dan Wisudawan Terbaik

SURABAYA (Lentera) — Sebanyak 1.500 wisudawan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), resmi bergabung dengan Ikatan Alumni (IKA) UNESA dalam Wisuda ke-120.

Di tengah tingginya angka lulusan perguruan tinggi dan perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi, para lulusan diingatkan agar tidak hanya mengandalkan ijazah dan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai modal menghadapi masa depan.

Anggota DPRD Jawa Timur sekaligus alumnus UNESA angkatan 1999, Diana Sasa mengatakan para wisudawan kini akan menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Perubahan teknologi yang berlangsung cepat, disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga ketidakpastian ekonomi global menuntut lulusan memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi.

“Hari ini adik-adik diwisuda. Besok mereka akan diuji oleh dunia. Dunia yang berubah sangat cepat. Era Industri 5.0 dan dinamika global penuh ketidakpastian. Kondisi ini membuat lulusan perguruan tinggi harus memiliki daya lenting atau resiliensi,” ungkap Diana Sasa usai secara simbolik mewakili IKA menerima wisudawan di Graha Unesa, Kamis (25/06/2026).

Menurut mantan aktivis PMII tersebut, keberhasilan lulusan perguruan tinggi saat ini tidak lagi ditentukan semata-mata oleh nilai akademik. Dunia kerja dan kehidupan sosial membutuhkan kapasitas yang lebih luas untuk menghadapi perubahan yang berlangsung nyaris tanpa jeda.

“Karena itu, menghadapi zaman ini, ijazah dan IPK saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi, sekaligus menjaga integritas,” ujarnya.

Diana menilai perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Sejumlah pekerjaan mulai tergantikan oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan. Namun demikian, terdapat sejumlah kualitas manusia yang tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi.

“Kualitas yang paling dibutuhkan zaman ini bukan hanya kecerdasan intelektual, melainkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, empati, dan integritas. Hal-hal yang tidak bisa digantikan oleh mesin,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia saat ini bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bagaimana mampu mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.

Karena itu, IKA UNESA berharap para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun pembangunan.

“Kami di Ikatan Alumni UNESA berharap para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi bagi masyarakat, menciptakan peluang,” ujarnya.

Diana mengatakan jaringan alumni memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kapasitas lulusan baru. Melalui IKA UNESA, para alumni diharapkan dapat saling terhubung dan berkolaborasi menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Wisuda ke-120 UNESA ini, menjadi momentum bergabungnya sekitar 1.500 lulusan baru ke dalam keluarga besar alumni kampus. Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, para lulusan diharapkan mampu menjaga semangat belajar sepanjang hayat serta tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

“Selamat kepada seluruh wisudawan. Selamat datang di dunia yang sesungguhnya,” pungkas Diana.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.