SURABAYA (Lentera) – Sebanyak 1.500 wisudawan dari jenjang ahli madya hingga doktor mengikuti prosesi Wisuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa) periode ke-120, yang digelar di Graha Unesa, Kamis (25/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan menyampaikan dinamika geopolitik dunia, percepatan teknologi, hingga perubahan kebutuhan industri menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang lebih dari sekadar capaian akademik.
Karena itu, Unesa membekali mahasiswa dengan berbagai aktivitas pengembangan kompetensi serta sertifikasi pendamping ijazah sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun lembaga pengguna lulusan.
“Mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di Unesa harus mampu menghadapi situasi di luar kampus, baik di industri maupun lembaga lainnya yang menjadi pengguna lulusan kami,” ujarnya.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat dan dunia kerja.
Ia menekankan, bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang pada era yang penuh perubahan.
“Siapa pun yang mampu beradaptasi pada era ini, akan menjadi pemenang,” katanya.
Selain itu, Prof. Nurhasan juga mengingatkan, para wisudawan agar memiliki mental yang kuat, tidak mudah menyerah, dan terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing di tengah percepatan perkembangan teknologi digital.
“Lulusan Unesa harus menjadi sumber daya manusia yang tangguh, unggul, tidak mudah putus asa, serta siap menghadapi berbagai situasi perubahan yang berlangsung sangat cepat di era digital,” pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais





.jpg)
