24 June 2026

Get In Touch

Ribuan Mitra MBG Trenggalek Gelar Aksi Damai, Dukung Program Tetap Dilanjutkan

Ketua Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Trenggalek, Imam Waldy, menyampaikan aspirasi di hadapan Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi saat aksi damai di depan Kantor DPRD Trenggalek, Senin (22/6/2026). Ribuan peserta yang terdiri dari pelaku UMKM,
Ketua Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Trenggalek, Imam Waldy, menyampaikan aspirasi di hadapan Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi saat aksi damai di depan Kantor DPRD Trenggalek, Senin (22/6/2026). Ribuan peserta yang terdiri dari pelaku UMKM,

TRENGGALEK (Lentera) – Ribuan pelaku usaha, petani, peternak, hingga relawan yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Trenggalek menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Trenggalek, Senin (22/6/2026).

Mereka menyuarakan dukungan, agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan serta meminta pemerintah melakukan evaluasi tanpa menghentikan program yang dinilai berdampak besar bagi perekonomian masyarakat.

Ketua Paguyuban Mitra MBG Trenggalek, Imam Waldy mengatakan aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program MBG, yang selama ini telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat kecil.

"Kami menuntut program MBG untuk tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat. Program ini sangat berarti bagi masyarakat, baik dari sisi tenaga kerja maupun serapan hasil pertanian dan peternakan lokal," ujarnya.

Menurut Imam, aksi tersebut diikuti sekitar 4.000 peserta yang berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Mereka terdiri dari pelaku UMKM, pemasok bahan pokok, petani, peternak, relawan, hingga pekerja dapur MBG.

Ia menyebut, keberadaan program MBG telah membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar di Trenggalek.

"Tenaga kerja yang terserap di dapur-dapur MBG di seluruh Trenggalek sudah lebih dari 7.000 orang. Ini menunjukkan program ini memiliki dampak nyata bagi masyarakat," katanya.

Meski mendukung keberlanjutan program, pihaknya juga terbuka terhadap berbagai upaya perbaikan yang diperlukan.

"Kalau untuk perbaikan pasti kita setuju dan akan kita perbaiki," tegas Imam.

Dalam aksi tersebut, Paguyuban Mitra MBG Trenggalek menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendukung penuh agar program MBG tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan di Kabupaten Trenggalek.

Kedua, mendesak DPRD Trenggalek untuk membawa aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat. Ketiga, meminta perlindungan terhadap UMKM, petani, dan peternak lokal yang telah berinvestasi dalam rantai pasok program MBG.

Sementara itu, Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mengatakan pihaknya menerima dan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan peserta aksi. Menurutnya, para mitra MBG tidak hanya meminta keberlanjutan program, tetapi juga mendukung adanya evaluasi menyeluruh.

"Mereka berharap program ini tetap dilanjutkan dengan evaluasi. Teman-teman juga sepakat untuk melakukan perbaikan agar pelaksanaan program menjadi lebih baik ke depan," ujar Doding.

Selain itu, massa aksi juga menyoroti dugaan praktik korupsi yang menyeret oknum di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Doding, isu tersebut turut menimbulkan keresahan di kalangan pelaksana program di daerah.

"Harapannya praktik-praktik korupsi di dalam BGN segera diselesaikan. Karena isu-isu itu membuat para pelaku di bawah menjadi resah dan berdampak pada citra program," katanya.

Doding menambahkan, para petani yang hadir dalam aksi juga berharap produk-produk lokal mendapat prioritas dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan program MBG.

"Produk lokal harus bisa terserap sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan menu MBG. Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti dan kami sampaikan kepada pemerintah pusat," pungkasnya.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.