24 June 2026

Get In Touch

Diskusi dan Kajian Masa Kecil Bung Karno Pernah Tinggal di Sidoarjo

Dokumentasi saat Presiden RI Pertama, Soekarno atau Bung Karno berkunjung ke Amerika Serikat. (foto:ist/dok.Kompas.com)
Dokumentasi saat Presiden RI Pertama, Soekarno atau Bung Karno berkunjung ke Amerika Serikat. (foto:ist/dok.Kompas.com)

SIDOARJO (Lentera) – Sejarah masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia (RI), Ir Soekarno, kini kembali menjadi perhatian publik dan akademisi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. 

Sang Proklamator Kemerdekaan RI tersebut disebut-sebut pernah menghabiskan masa kecilnya di wilayah Sidoarjo, termasuk mengecap bangku pendidikan pada sekitar tahun 1907 saat masih berusia lima hingga tujuh tahun. 

Temuan dan kajian mendalam mengenai rekam jejak tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan Sidoarjo pada Minggu (21/6/2026). 

Forum ilmiah tersebut melibatkan para sejarawan, pegiat komunitas sejarah, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Selain untuk menguatkan kembali jejak historis Bung Karno di Sidoarjo, forum ini juga menjadi langkah awal dalam membahas kemungkinan penetapan sejumlah lokasi bersejarah tersebut sebagai cagar budaya daerah. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto menyampaikan bahwa sejumlah kajian literatur sejarah yang ada saat ini menunjukkan indikasi kuat, bahwa Bung Karno pernah tinggal di Sidoarjo pada masa kecilnya. 

Salah satu lokasi yang kini menjadi sorotan utama adalah bekas Sekolah Ongkoloro Pucang, yang saat ini telah berubah nama menjadi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pucang II Sidoarjo. 

"Kami sedang memperkuat bukti-bukti agar tempat sekolah maupun tempat tinggal beliau di Sidoarjo dapat diproses menjadi cagar budaya. Langkah ini akan kami kawal bersama fraksi di DPRD Kabupaten Sidoarjo," ujar Hari, Minggu (21/6/2026) mengutip Kompas.com, Senin (22/6/2026). 

Hari yang juga Anggota DPRD Jawa Timur ini menambahkan, tidak semua daerah di Indonesia memiliki keterkaitan historis langsung dengan masa kecil Sang Proklamator. 

Oleh sebab itu, pelestarian jejak sejarah Bung Karno ini dinilai sangat krusial sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus sarana pembelajaran bagi generasi muda. 

Upaya penetapan status cagar budaya ini tentu tidak main-main. Sejarawan Sidoarjo sekaligus Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, Sudi Harjanto menjelaskan, bahwa dugaan Bung Karno pernah tinggal di Kota Delta ini didukung oleh sejumlah literatur sejarah dan kesaksian yang valid. 

Sudi menekankan, penetapan sebuah situs sejarah harus ditopang oleh bukti fisik yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. 

"Bukti fisik pendukung salah satunya memang SDN Pucang II. Kemudian diperkuat riwayat perpindahan ayah Bung Karno dari Ploso (Jombang) ke Sidoarjo lalu ke Mojokerto. Secara literasi sangat kuat," kata Sudi menjelaskan. 

Tidak hanya mengandalkan literatur tertulis, Sudi menambahkan, validasi sejarah ini juga diperkuat oleh dokumen dari tokoh historis. 

"Selain itu ada kesaksian Mr Klasen yang merupakan kesaksian sejaman, ditambah cerita tutur masyarakat di sekitar lokasi yang hingga kini masih menyebut Bung Karno pernah sekolah dan tinggal di Sidoarjo," tutur Sudi. 

Hubungan historis antara Bung Karno dan Kabupaten Sidoarjo, rupanya tidak berhenti pada masa kecilnya saja. Dalam forum FGD tersebut, panitia juga menampilkan berbagai dokumentasi otentik, mengenai kunjungan kerja Soekarno saat menjabat sebagai kepala negara. 

Salah satu momen monumental yang terekam adalah agenda peresmian pabrik tekstil Ratatex (Rahman Tamin Textile) yang berlokasi di Balongbendo, Sidoarjo, pada 17 Mei 1958. 

Meski pabrik tekstil legendaris tersebut saat ini sudah tidak lagi beroperasi, peristiwa peresmian oleh Presiden Soekarno dinilai menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan industri di Sidoarjo pada masa awal kemerdekaan Indonesia. 

Melalui pengumpulan data dalam FGD ini, para sejarawan bersama unsur legislatif berharap, seluruh dokumen dan bukti fisik yang telah dihimpun dapat segera menjadi dasar hukum yang kuat untuk penetapan cagar budaya di Sidoarjo. 

Langkah konkret ini diharapkan tidak hanya melestarikan warisan sejarah bangsa yang berharga, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal perjalanan hidup, pemikiran, dan perjuangan Ir Soekarno sejak usia dini hingga berhasil menjadi Proklamator Republik Indonesia.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.