20 June 2026

Get In Touch

WHO Catat 75 Nakes di Kongo Terinveksi Ebola, 17 Diantaranya Meninggal

Tenaga kesehatan (nakes) membawa jenazah ke kamar mayat Pusat Medis Nyankunde, setelah seorang warga yang terinfeksi virus Ebola meninggal di Bunia, Republik Demokratik Kongo (DRC), pada 13 Juni 2026. (foto:ist/Ant/Anadolu)
Tenaga kesehatan (nakes) membawa jenazah ke kamar mayat Pusat Medis Nyankunde, setelah seorang warga yang terinfeksi virus Ebola meninggal di Bunia, Republik Demokratik Kongo (DRC), pada 13 Juni 2026. (foto:ist/Ant/Anadolu)

JENEWA (Lentera) - Sebanyak 75 tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat dalam upaya penanggulangan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, telah terinfeksi virus tersebut di mana 17 di antaranya meninggal dunia.

"Saat awal terjadi wabah, tenaga kesehatan akan menjadi yang pertama terinfeksi. Sejauh ini, kami mencatat 75 petugas kesehatan yang terinfeksi Ebola saat menjalankan tugasnya, dan di antaranya 17 orang meninggal. Angka ini menunjukkan 20,46 persen dari mereka yang terinfeksi meninggal karena penyakit tersebut," kata Plt Direktur Pelaksana WHO untuk Tanggap Darurat di Wilayah Afrika, Dr. Marie-Roseline Belizaire dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Jumat (19/6/2026) melansir Antara, Sabtu (20/6/2026).

Meskipun langkah-langkah kesehatan masyarakat telah diperketat, wabah tersebut terus meluas dengan cepat di Kongo, lanjut Belizaire.

Situasi berkembang dengan cepat, tambahnya, dengan penularan yang semakin cepat tercatat di 33 zona kesehatan di tiga provinsi.

Menurut Kementerian Kesehatan Kongo, hingga kini tercatat total 896 kasus Ebola terkonfirmasi dan 232 kematian, sementara 78 pasien dinyatakan pulih.

Pada Mei lalu, WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai status darurat, yang dapat menimbulkan risiko bagi negara lain. 

Badan Kesehatan PBB itu menilai, risiko penyebaran di dua wilayah tersebut tergolong tinggi.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.