JAKARTA (Lentera) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengutuk keras serangan bom bunuh diri di kereta penumpang di Provinsi Balochistan, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak.
"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasi merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional," demikian bunyi pernyataan DK PBB, melansir Antara, Rabu (27/5/2026).
DK PBB juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta pemerintah dan rakyat Pakistan.
Kelompok separatis Tentara Pembebasan Balochistan atau Balochistan Liberation Army (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Aksi disebut dilakukan oleh unit Brigade Majeed, yang selama ini dikenal kerap melancarkan serangan mematikan di wilayah Balochistan.
"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa setiap tindakan terorisme adalah kriminal dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasinya, di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun dilakukan," lanjut pernyataan DK PBB.
DK PBB juga meminta seluruh negara anggota untuk meningkatkan kerja sama dengan Pakistan dalam upaya pemberantasan terorisme, sesuai hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan yang berlaku.
Selain itu, PBB kembali menegaskan setiap negara memiliki kewajiban memerangi terorisme dengan tetap berpegang pada Piagam PBB serta hukum internasional, termasuk hukum hak asasi manusia (HAM), hukum pengungsi, dan hukum humaniter.
Editor: Santi





.jpg)
