16 May 2026

Get In Touch

Kemenag Jatim Sambut 57 Bhikkhu Indonesia Walk for Peace 2026 di Surabaya

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menerima kedatangan 57 Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace 2026
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menerima kedatangan 57 Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace 2026

SURABAYA (Lentera) - Semangat persaudaraan dan toleransi lintas agama terasa hangat saat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menerima kedatangan 57 Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 di Aula Kanwil Kemenag Jatim, Kamis (14/5/2026).

Kehadiran rombongan tersebut disambut ratusan umat Buddha dan tokoh lintas agama yang turut mendukung perjalanan damai menuju Candi Borobudur.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Syaikhul Hadi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Indonesia Walk for Peace 2026 yang dinilai menjadi simbol pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

"Atas nama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia Bhikkhu Sangha beserta seluruh pendamping. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perdamaian dapat dimulai dari langkah-langkah kecil melalui sikap saling menghormati dan saling mendukung antar sesama," ujarnya.

Kegiatan penyambutan dihadiri Pembimbing Masyarakat Buddha, Ketut Panji Budiawan, para kepala bidang Kanwil Kemenag Jatim, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia, pendamping, serta sekitar 300 umat Buddha dari Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.

Ia menuturkan, Kementerian Agama terus berkomitmen memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, kegiatan jalan damai seperti Indonesia Walk for Peace dinilai relevan dalam mempererat persaudaraan lintas agama dan budaya.

"Selamat melanjutkan perjalanan menuju Borobudur. Semoga langkah panjenengan semua membawa kedamaian dan harmoni bagi sesama," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan peserta perjalanan damai terdiri dari berbagai rentang usia, mulai 23 tahun hingga 67 tahun.

Perjalanan tersebut dipimpin Bhante Prakari asal Thailand yang disebut menjadi inspirasi bagi para peserta karena semangat dan keteguhannya selama perjalanan berlangsung.

Irwan mengatakan, jalur timur yang dilalui rombongan merupakan rute terpanjang dengan waktu tempuh sekitar 11 hari melintasi sejumlah kabupaten dan kota.

Para Bhikkhu diketahui telah tiba di Denpasar pada 7 Mei 2026 dan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian perayaan Waisak Nasional.

Menurutnya, Indonesia Walk for Peace bukan hanya kegiatan keagamaan umat Buddha, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat dalam merawat perdamaian dan persatuan bangsa.

"Perayaan Waisak dan perjalanan damai ini bukan milik satu golongan saja, tetapi milik kita semua. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam merawat Indonesia yang damai dan harmonis," ungkapnya.

Salah satu peserta perjalanan, Bhikkhu Beng An, mengaku terharu atas sambutan hangat masyarakat Indonesia selama perjalanan berlangsung.

"Kami melakukan perjalanan di tengah cuaca panas. Namun ketika melihat umat yang antusias menyambut kami, semangat kami kembali tumbuh seketika," katanya.

Diketahui, Indonesia Walk for Peace 2026 menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang membawa pesan universal tentang perdamaian, harmoni, dan persaudaraan antarumat manusia. Sepanjang perjalanan, rombongan Bhikkhu juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat di berbagai daerah yang dilalui.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.