JAKARTA (Lentera) - Dikepung asap tebal saat kebakaran melanda Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026), sejumlah penghuni sempat terjebak di dalam gedung. Mereka kesulitan mengevakuasi diri karena jalur keluar dipenuhi asap, sementara sistem peringatan dini seperti alarm kebakaran disebut tidak berfungsi saat insiden terjadi.
"Iya, sampai oleh Damkar (asap) harus divakum karena enggak bisa napas kami. Kami hanya bisa lakukan naik ke lantai 35. Enggak bisa turun ke bawah karena asap sudah sangat penuh," ujar salah satu penghuni Tower C lantai 28, Antonius, mengutip Antara, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, upaya evakuasi mandiri sempat dilakukan, baik melalui tangga darurat maupun lift barang. Namun, kedua akses tersebut sudah tidak dapat digunakan karena dipenuhi asap tebal.
"Kami berusaha evakuasi mandiri lewat tangga darurat dan lift barang, tapi lift juga sudah dipenuhi asap," katanya.
Dalam situasi tersebut, Antonius dan penghuni lainnya memilih bertahan sambil menunggu proses evakuasi dari petugas pemadam kebakaran. Ia menilai, memaksakan diri turun melalui lift barang yang dipenuhi asap justru berisiko fatal.
Akibat kejadian itu, sejumlah penghuni dilaporkan mengalami sesak napas karena menghirup asap. Antonius memperkirakan kondisi yang lebih parah dialami penghuni di lantai bawah.
"Saya kira yang lebih parah pasti lantai 28 ke bawah. Mau naik ke atas asap, ke bawah juga asap," katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti sistem keamanan gedung, khususnya terkait deteksi dini kebakaran. Pasalnya, sumber asap disebut berasal dari basement, namun dengan cepat menyebar hingga ke lantai tinggi.
"Asapnya sangat hitam, seperti dekat sekali sumbernya. Padahal dari basement, tapi bisa sampai lantai 28," katanya.
Ia menambahkan, alarm kebakaran dan sprinkler di lantainya tidak berfungsi saat kejadian berlangsung. "Sprinkler maupun alarm kebakaran tidak bekerja dengan baik, tidak seperti saat simulasi," tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Antara, data yang ditampilkan di posko informasi pemadam kebakaran hingga pukul 12.23 WIB tercatat sebanyak 87 penghuni berhasil dievakuasi dari dalam gedung. Namun, masih terdapat 20 orang yang dilaporkan berada di dalam apartemen.
Sebelumnya, proses evakuasi dilakukan secara bertahap sejak pagi hari. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 09.25 WIB, petugas memasang tangga evakuasi berjenjang dari lantai dasar hingga lantai enam.
Editor: Santi





.jpg)
