03 February 2026

Get In Touch

Anak Prajurit Korban Longsor Cisarua Diberikan Beasiswa hingga Sarjana dan Kemudahan Masuk TNI

Anggota TNI melakukan pencarian korban bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat. (foto:ist/CNN Indonesia/AFP)
Anggota TNI melakukan pencarian korban bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat. (foto:ist/CNN Indonesia/AFP)

JAKARTA (Lentera) - TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyatakan duka mendalam atas gugurnya 23 Prajurit Jalasena dari Korps Marinir, dalam bencana tanah longsor yang terjadi saat Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026).

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya, kepada keluarga yang ditinggalkan. 

TNI AL menyatakan, bencana longsor di Cisarua dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi, yang menyebabkan pergerakan tanah di lokasi latihan.

"Hingga, Rabu (28/1/2026), tim SAR gabungan dan para prajurit TNI AL yang berada di lokasi telah berhasil mengevakuasi 5 jenazah prajurit, sementara upaya pencarian terhadap 18 prajurit lainnya terus dilakukan secara maksimal," ujar Kadispenal, Laksamana Pertama Tunggul dalam keterangan melansir CNN Indonesia, Kamis (29/1/2026).

Adapun 5 prajurit yang telah berhasil dievakuasi yaitu Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio.

Saat ini kelima jenazah prajurit tersebut telah diantar ke daerah asalnya masing-masing, untuk diserahkan kepada pihak keluarga serta dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan dari negara kepada para prajurit atas pengorbanannya.

Hingga hari ini, TNI AL telah menerjunkan sedikitnya 200 personel Marinir TNI AL untuk bergabung dengan institusi dan Lembaga terkait lainnya guna mempercepat proses evakuasi. 

Operasi pencarian ini didukung sejumlah alat dan kelengkapan, termasuk penggunaan drone, sensor thermal, unit anjing pelacak, hingga penggunaan alat berat guna menyisir area material longsor.

"Dedikasi dan loyalitas ke-23 prajurit yang gugur dalam latihan ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengabdian mereka akan selalu terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut," lanjut Tunggul.

TNI AL menjamin seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya, sesuai ketentuan yang berlaku. Serta akan memberikan santunan, berupa beasiswa kepada putra putri korban hingga sarjana. 

Termasuk diberikan kesempatan dan kemudahan, untuk bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.