SURABAYA ( LENTERA ) - Tren fashion 2026 kembali menghadirkan inspirasi busana tradisional Jepang dalam bentuk yang lebih modern. Salah satunya kimono jacket, luaran dengan potongan longgar, bagian depan menyilang atau terbuka, serta lengan lebar yang memberikan kesan anggun sekaligus santai.
Jika sebelumnya blazer menjadi pilihan utama untuk menciptakan tampilan rapi, kimono jacket menawarkan alternatif dengan karakter yang lebih fleksibel. Busana ini dapat dipadukan dengan jeans untuk aktivitas kasual hingga dress berbahan satin untuk menghadiri acara malam.
Majalah fashion Grazia USA menyoroti kemunculan kimono jacket sebagai salah satu tren outerwear musim gugur tahun ini. Potongan khas Jepang tersebut dinilai memberikan alternatif gaya yang lebih santai, tetapi tetap terlihat elegan.
Pengaruh kimono juga terlihat dalam koleksi sejumlah desainer pada Paris Fashion Week Fall 2026. Nigo melalui rumah mode Kenzo menghadirkan kerah bergaya kimono pada setelan dengan potongan tegas. Sementara itu, Yohji Yamamoto mengeksplorasi karakter kimono melalui permainan lipatan, drapery, dan siluet kain yang jatuh mengikuti bentuk tubuh.
Dalam koleksinya, Yamamoto juga menghadirkan busana bermotif yang mengambil inspirasi dari karya cetak kayu seniman Jepang era Edo, Katsushika Hokusai.
Dari Busana Tradisional
Sebelum menjadi inspirasi busana modern, kimono memiliki perjalanan sejarah panjang dalam kebudayaan Jepang. Dalam bahasa Jepang, kimono (着物) secara harfiah berarti sesuatu yang dikenakan atau pakaian.
Lerkembangan kimono mendapat pengaruh dari pakaian tradisional Tiongkok yang dikenal sebagai hanfu. Pengaruh tersebut masuk ke Jepang sekitar abad ke-8 dan menjadi salah satu dasar perkembangan busana tradisional Jepang.
Pada periode Heian (794–1185), kimono berkembang menjadi busana yang semakin halus dan mewah, terutama di lingkungan bangsawan. Bahan sutra, sulaman rumit, serta penggunaan warna dan motif tertentu mencerminkan kedudukan sosial pemakainya.
Warna dan motif bukan sekadar elemen dekoratif. Keduanya memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan status, musim, dan kehidupan masyarakat Jepang.
Memasuki periode pemerintahan samurai, gaya kimono mengalami penyesuaian. Jika kalangan bangsawan mengenakan busana dengan detail mewah, pakaian yang digunakan kalangan samurai cenderung lebih sederhana dan praktis untuk mendukung aktivitas mereka.
Perubahan besar kembali terjadi pada periode Edo (1603–1868). Stabilitas politik dan pertumbuhan pusat-pusat perdagangan mendorong berkembangnya kelas menengah, termasuk pedagang dan perajin. Permintaan terhadap kimono meningkat sehingga industri tekstil berkembang pesat.
Berbagai motif, warna, dan teknik pewarnaan mulai dikenal luas. Kimono tidak lagi hanya menjadi pakaian kalangan elite, tetapi juga semakin dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.
Memasuki akhir abad ke-19, Jepang membuka diri terhadap pengaruh Barat melalui Restorasi Meiji. Perubahan tersebut ikut memengaruhi cara berpakaian masyarakat. Busana Barat mulai digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sementara kimono tetap dipertahankan dalam berbagai kegiatan tradisional dan upacara penting.
Pengaruh kimono kemudian meluas ke dunia fashion internasional. Potongan longgar, lengan lebar, dan konstruksi kain yang tidak terlalu membentuk tubuh menjadi inspirasi bagi sejumlah desainer Barat.
Salah satu pengaruhnya terlihat pada perkembangan fashion awal abad ke-20. Desainer Paul Poiret dikenal mengeksplorasi siluet longgar yang membebaskan tubuh dari konstruksi korset ketat. Sementara itu, pengaruh estetika Jepang semakin dikenal dalam dunia mode melalui gerakan Japonisme di Eropa.
Makna Warna dan Motif
Keistimewaan kimono tidak hanya terletak pada bentuknya, tetapi juga pada simbolisme warna dan motif yang digunakan.
Dalam tradisi Jepang, warna merah kerap dikaitkan dengan kebahagiaan, perayaan, dan keberuntungan. Sementara itu, putih memiliki hubungan dengan kemurnian dan awal yang baru.
Motif bunga sakura menjadi salah satu ornamen yang populer. Bunga ini melambangkan keindahan sekaligus kefanaan kehidupan karena hanya mekar dalam waktu singkat. Motif sakura sering diasosiasikan dengan musim semi di Jepang.
Ada pula motif burung bangau atau tsuru yang melambangkan umur panjang dan keberuntungan. Sementara motif naga sering dikaitkan dengan kekuatan, perlindungan, dan kemakmuran.
Makna tersebut membuat kimono bukan sekadar pakaian, melainkan bagian dari ekspresi budaya dan identitas masyarakat Jepang.
Dalam perkembangan fashion modern, kimono hadir melalui berbagai interpretasi, salah satunya kimono jacket.
Kimono tradisional memiliki konstruksi berbentuk huruf T, lengan lebar, dan bagian depan yang dilipat menyilang. Dalam pemakaian tradisional, sisi kiri harus berada di atas sisi kanan, kemudian diikat menggunakan obi atau sabuk khusus.
Sementara itu, kimono jacket lebih fleksibel dari segi desain. Potongannya dapat dibuat lebih pendek, menggunakan bahan ringan, atau dirancang sebagai luaran terbuka yang mudah dipadukan dengan pakaian sehari-hari.
Perbedaan ini penting dipahami agar kimono jacket tidak disamakan sepenuhnya dengan pakaian tradisional Jepang. Meski terinspirasi dari siluet kimono, desain modern tersebut telah mengalami penyesuaian mengikuti kebutuhan fashion kontemporer.
Kimono jacket memiliki karakter cukup kuat, terutama pada bagian lengan yang lebar dan siluet longgar. Karena itu, pemilihan busana pendamping perlu diperhatikan agar tampilan tetap proporsional.
Straight-Leg Jeans
Perpaduan kimono jacket dengan celana jeans berpotongan lurus menjadi pilihan paling mudah untuk aktivitas sehari-hari.
Pilih kimono bermotif floral atau warna polos, kemudian padukan dengan kaus putih dan straight-leg jeans. Tambahkan loafers atau sneakers untuk memberikan kesan kasual yang tetap rapi.
Kombinasi ini cocok untuk pergi ke kafe, berjalan-jalan, atau sekadar berkumpul bersama teman.
Celana Tailored
Ingin mengenakan kimono jacket untuk bekerja atau menghadiri pertemuan semi-formal? Padukan dengan celana tailored berpotongan ramping.
Pilih luaran berbahan linen, katun, atau material dengan struktur lebih tegas. Gunakan atasan sederhana sebagai inner dan tambahkan ikat pinggang kulit untuk membentuk siluet pinggang.
Perpaduan tersebut menghadirkan alternatif blazer yang lebih santai, tetapi tetap terlihat profesional.
Satin Slip Dress
Kimono jacket juga bisa menjadi pelengkap busana malam. Padukan dengan satin slip dress untuk menghasilkan tampilan feminin dan elegan.
Pilih kimono berbahan velvet, jacquard, atau satin dengan warna senada maupun kontras. Tambahkan sepatu hak tinggi dan aksesori minimalis agar keseluruhan tampilan tidak terlalu ramai.
Gaya ini cocok untuk makan malam, pesta, atau menghadiri acara khusus.
Turtleneck
Untuk tampilan yang lebih berlapis, kenakan kimono jacket di atas atasan turtleneck.
Kombinasi tersebut menciptakan perpaduan menarik antara siluet longgar dan bagian dalam yang lebih pas di tubuh. Celana bahan berpotongan lurus atau cigarette trousers dapat menjadi pilihan untuk melengkapi tampilan.
Pilih warna netral seperti hitam, krem, cokelat, atau abu-abu agar mudah dipadukan.
Obi atau Ikat Pinggang
Salah satu karakter menarik kimono adalah penggunaan obi, yaitu sabuk lebar yang secara tradisional digunakan untuk mengikat kimono.
Dalam gaya modern, konsep tersebut bisa diterapkan dengan ikat pinggang lebar berbahan kulit atau kain. Kenakan kimono jacket panjang, lalu tambahkan belt di bagian pinggang untuk memberikan bentuk pada siluet yang longgar.
Cara ini cocok bagi yang ingin tampil lebih tegas tanpa menghilangkan karakter anggun kimono jacket.
Selain model, pemilihan material juga menentukan kenyamanan dan kesan yang dihasilkan. Untuk iklim tropis seperti Indonesia, bahan katun dan linen dapat menjadi pilihan karena relatif ringan dan nyaman digunakan.
Sementara itu, satin dan sutra cocok untuk tampilan yang lebih formal. Material jacquard atau velvet dapat dipertimbangkan untuk acara malam atau suasana yang lebih dingin.
Untuk menjaga proporsi, lengan kimono yang lebar sebaiknya diseimbangkan dengan busana bagian bawah yang lebih ramping, seperti straight-leg jeans atau celana tailored. Jika ingin memberikan definisi pada tubuh, tambahkan ikat pinggang di bagian pinggang.
Kimono jacket juga dapat dikenakan sebagai luaran terbuka di atas pakaian sederhana. Dengan cara tersebut, motif dan karakter kain menjadi pusat perhatian tanpa membuat keseluruhan penampilan terlihat berlebihan.
Kembalinya inspirasi kimono dalam fashion 2026 menunjukkan bagaimana elemen busana tradisional dapat terus diinterpretasikan mengikuti perkembangan zaman. Tidak harus mengenakan kimono lengkap, sentuhan potongan dan detail khas Jepang sudah cukup memberikan karakter berbeda pada penampilan sehari-hari.(far,ist/dya)




.jpg)
