05 November 2026

Get In Touch

Mobil Terbang dan Akhir Era Tesla

Mobil Terbang dan Akhir Era Tesla

SURABAYA ( LENTERA ) - Roadster 2 menggabungkan kipas pengisap dan pendorong nitrogen bertekanan untuk menghasilkan kemampuan yang tak lazim bagi mobil listrik. Namun, legalitas, kesiapan teknologi, dan persaingan kendaraan listrik masih menjadi tantangan Tesla.

Tesla mendemonstrasikan kemampuan tak biasa Roadster 2 di fasilitas uji roket SpaceX dekat Waco, Texas, pada Kamis malam, 15 Oktober 2026. Mobil sport listrik itu melaju di lintasan, berputar, hingga melakukan pendaratan dengan bantuan semburan gas bertekanan tinggi. Demonstrasi tersebut menghidupkan kembali gagasan mobil terbang yang selama ini lebih sering hadir dalam fiksi ilmiah.

Kendaraan itu tidak dikemudikan langsung saat demonstrasi. Seluruh gerakannya dikendalikan dari jarak jauh karena sistem tangki nitrogen yang digunakan masih bersifat eksperimental. Elon Musk, bos Tesla sekaligus SpaceX, mengakui uji coba tersebut memiliki risiko kegagalan.

Roadster 2 pertama kali diumumkan pada 2017 dengan target produksi awal 2020. Namun, rencana tersebut berulang kali tertunda. Setelah demonstrasi pada Oktober 2026, Musk menyebut 2028 sebagai target produksi yang paling realistis. Artinya, penampilan publik itu belum menjadi tanda bahwa mobil siap dipasarkan.

Daya tarik utama Roadster 2 terletak pada dua teknologi, yakni sistem pengisap udara atau sucker system dan pendorong gas dingin (cold gas thrusters). Sistem pertama menggunakan empat kipas berkapasitas masing-masing 20 kilowatt di bagian bawah bodi. Kipas mengisap udara dari kolong mobil, sementara panel penyegel di sisi kendaraan membantu menghasilkan tekanan ke bawah.

Tesla mengklaim sistem itu mampu menciptakan gaya tekan lebih dari dua kali gravitasi bumi, bahkan pada kecepatan di bawah 80 kilometer per jam. Teknologi tersebut memungkinkan mobil menempel pada permukaan vertikal atau langit-langit. Prinsip serupa sebelumnya digunakan McMurtry Spéirling, supercar Inggris yang mengandalkan kipas untuk menghasilkan gaya tekan ke bawah.

Teknologi kedua memanfaatkan nitrogen bertekanan yang disemburkan melalui nosel untuk menghasilkan daya dorong. Dalam konfigurasi yang ditampilkan saat demonstrasi, Roadster 2 menggunakan tangki nitrogen berkapasitas 600 liter dan enam pendorong tambahan. Sistem ini membuat mobil dapat melakukan manuver yang tidak mungkin dilakukan mobil konvensional.

Tesla merencanakan tiga varian Roadster 2. Model Performance ditargetkan berakselerasi dari nol hingga 60 mil per jam dalam 1,6 detik. Model Thrust, yang dilengkapi empat pendorong, diklaim mencapai kecepatan tersebut dalam 0,85 detik. Adapun Model Rocket merupakan varian demonstrasi dengan konfigurasi pendorong lebih lengkap, tetapi hanya tersedia melalui undangan dan tidak legal digunakan di jalan umum.

Di luar kemampuan teknisnya, Roadster 2 menghadapi persoalan regulasi. Otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) menyatakan kendaraan itu tidak memenuhi definisi pesawat terbang. Namun, sejumlah pakar mengingatkan bahwa yurisdiksi FAA dapat mencakup mesin yang mampu lepas landas. Sertifikasi diperkirakan memerlukan waktu setidaknya satu tahun, dan pengemudi mungkin perlu memiliki lisensi penerbangan rekreasi.

Keraguan juga muncul dari sisi bisnis. Analis Wall Street Dan Ives menilai Roadster 2 tidak akan banyak memengaruhi volume penjualan maupun pendapatan Tesla, meski dapat meningkatkan citra kemampuan rekayasa perusahaan. Sementara itu, Alef Aeronautics, perusahaan rintisan California yang mengembangkan mobil terbang dengan delapan propeler listrik, telah memperoleh sertifikat khusus untuk keperluan pameran, riset, dan pengembangan.

Demonstrasi Roadster 2 juga berlangsung ketika persaingan mobil listrik semakin ketat. Pada 2025, tujuh dari sepuluh perusahaan mobil listrik terbesar dunia berasal dari China. Data yang dikutip dalam laporan Tirto menempatkan BYD dengan pangsa pasar 19 persen, sedangkan Tesla 7,8 persen.

Roadster 2 bukan sekadar pameran teknologi. Kendaraan ini juga memunculkan pertanyaan tentang arah bisnis Tesla. Apakah perusahaan masih akan berfokus pada mobil listrik yang dikendarai manusia atau semakin mengalihkan perhatian ke kendaraan otonom dan teknologi eksperimental? Untuk saat ini, kemampuan Roadster 2 masih harus diuji lebih jauh sebelum dapat dinilai sebagai terobosan transportasi yang siap digunakan sehari-hari.(far,ist/dya)
 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.